04 February 2026

Get In Touch

Belasan Kambing di Dagangan Madiun Mati Diduga Diserang Hewan Buas

Warga menunjukkan kondisi kambing yang luka parah diduga akibat serangan hewan buas di Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.
Warga menunjukkan kondisi kambing yang luka parah diduga akibat serangan hewan buas di Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.

MADIUN (Lentera) — Warga Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, resah setelah belasan kambing milik mereka mati dan puluhan lainnya luka parah dalam dua pekan terakhir. Kematian ternak tersebut diduga akibat serangan hewan buas yang berkeliaran di sekitar permukiman.

Serangan dilaporkan terjadi di tiga desa, yakni Desa Ngranget, Padas, dan Segulung. Data sementara mencatat sedikitnya 15 ekor kambing mati, sementara puluhan lainnya mengalami luka serius.

Kondisi kambing yang diserang cukup mengenaskan. Luka gigitan ditemukan di bagian perut, kepala, telinga, hingga kaki. Beberapa kambing bahkan ditemukan mati di dalam kandang.

“Pagi mau kasih makan, kambing sudah luka-luka. Sepertinya diserang binatang buas. Dua minggu lalu dua kambing saya juga mati,” kata Parminto, warga Desa Ngranget, Selasa (21/1/2026).

Padahal, kandang ternak milik warga telah dipagari bambu dan dibuat cukup rapat. Namun serangan diduga terjadi pada malam hingga dini hari, saat pemilik ternak lengah.

Warga juga menemukan jejak kaki hewan berukuran cukup besar di sekitar kandang. Bentuknya menyerupai tapak kaki anjing.

“Sekitar jam setengah tiga pagi kambing teriak. Di sini banyak kambing yang luka, bahkan ada yang mati,” ujar Ika Wahyu Putri, keluarga pemilik ternak.

Warga menduga pelaku merupakan anjing liar atau hewan buas lain yang turun dari kawasan lereng Gunung Wilis. Dugaan ini diperkuat dengan temuan jejak kaki berjari tiga di sekitar kandang ternak.

Keresahan warga telah dilaporkan ke pihak kecamatan. Kasi Trantib Kecamatan Dagangan, Nur Wahid, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Laporan sementara dari tiga desa. Total kambing mati sekitar 15 ekor, dengan indikasi serangan hewan liar seperti anjing,” kata Nur Wahid.

Pihak kecamatan memastikan akan berkoordinasi dengan Dinas Peternakan untuk penanganan lebih lanjut, termasuk kemungkinan pemeriksaan jejak dan luka pada ternak.

Sementara itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan. Kondisi kandang yang umumnya berada 100 hingga 150 meter dari permukiman membuat pengawasan menjadi terbatas.

Untuk mencegah serangan susulan, warga kini mengaktifkan ronda malam dan penjagaan lingkungan secara bergilir.

Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan agar serangan hewan buas tidak kembali terulang. (*)

 

Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo 
Editor : Lutfiyu Handi

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.