27 January 2026

Get In Touch

Revolusi Genomik: Precision Skincare Jadi Standar Baru Kecantikan di 2026

Revolusi Genomik: Precision Skincare Jadi Standar Baru Kecantikan di 2026

SURABAYA ( LENTERA ) - Industri kecantikan global tengah mengalami transformasi fundamental seiring dengan bergantinya tahun. Era konsumsi massage produk perawatan kulit kini mulai tergeser oleh sebuah standar baru yang lebih saintifik yaitu precision skincare. 

Mengandalkan pemetaan genomik, tren ini menjanjikan efikasi yang lebih akurat dengan menyesuaikan setiap produk pada kebutuhan biologis individu.
Precision skincare merupakan metode perawatan kulit yang mengintegrasikan data profil DNA pengguna untuk menentukan regimen yang paling efektif. Berbeda dengan pendekatan konvensional yang mengklasifikan kulit hanya berdasarkan jenis (berminyak, kering atau kombinasi), teknologi genomik mampu mengidentifikasi risiko spesifik seperti seberapa cepat kulit kehilangan kekencangannya, sensitivitas terhadap sinar UV, dan kerentanan terhadap kemerahan atau iritasi.

Pergeseran paradigma ini didorong oleh dua faktor utama yaitu kebutuhan akan hasil yang lebih terukur serta meningkatnya kesadaran lingkungan. Dengan menggunakan produk yang tepat sasaran, konsumen secara signifikan mengurangi “limbah skincare” atau penggunaan produk berlebihan yang tidak memberikan manfaat nyata bagi kulit. Hal ini sejalan dengan meningkatnya tantngan plusi urban yang menuntut proteksi kulit yang lebih spesifik dan adaptif. 
Teknologi yang awalnya terbatas pada laboratorium riset di eropa dan asia timur ini, kini telah merambah pasar Indonesia secara masif meskipun belum sepenuhnya. Klinik klinik dermatologi di pusat urban seperti Jakarta dan surabaya telah memposisikan genomic testing sebagai layanan utama. 

Tak lagi eksklusif bagi kalangan tertentu, edukasi yang meluas telah membuat konsumen kelas menengah mulai mempertimbangkan investasi pada personalized serum berbasis DNA sebagai langkah Preventif jangka panjang. 
Konsep Utama Precision Skincare

Personalisasi Mendalam: Menganalisis data kulit Anda (citra medis, gaya hidup, kondisi lingkungan) untuk membuat formula yang unik, bukan "satu ukuran untuk semua".

Teknologi: Memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan diagnostik canggih untuk analisis kulit yang akurat.

Bahan Aktif yang Ditargetkan: Menggunakan lebih banyak bahan aktif dan ekstrak alami yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik kulit Anda, seperti hidrasi, anti-penuaan, atau mengatasi noda.

Hasil Lebih Efektif: Bertujuan untuk memberikan hasil nyata dengan memberikan apa yang benar-benar dibutuhkan kulit, bukan hanya tren.(Nathasya- UINSA berkontribusi dalam tulisan ini)


Prediksi Skincare yang Mendominasi di Tahun 2026

Bahan klasik dengan teknologi lebih canggih

Retinol dan vitamin C tetap menjadi bintang utama di tahun 2026. Bedanya, kedua bahan ini kini hadir dengan karakter yang lebih halus, stabil, dan minim iritasi.

Teknologi terbaru memungkinkan bahan aktif menembus kulit lebih efektif tanpa mengorbankan kenyamanan. Teknologi justru membantu orang kembali pada kebiasaan skincare yang benar.

Skincare pra dan pasca tindakan medis

Seiring meningkatnya popularitas perawatan di klinik, seperti laser dan injeksi kolagen, produk skincare pendukung sebelum dan sesudah prosedur juga ikut berkembang.

Produk berbasis peptide dan growth factor dirancang untuk mempercepat pemulihan dan mengoptimalkan hasil perawatan.

Penggunaan produk berbasis pertide sebelum dan sesudah prosedur sebagai cara mengurangi downtime sekaligus meningkatkan hasil.

Sunscreen natural dan transparan

Setelah berbagai kontroversi sunscreen di tahun sebelumnya, 2026 menjadi titik balik bagi produk sunscreen.

Konsumen kini menuntut transparansi bahan, keamanan, serta tekstur yang nyaman dipakai sehari-hari. Sunscreen berbasis mineral dengan formula skincare infused akan semakin diminati, terlebih jika FDA menyetujui filter UV baru yang lebih stabil dan protektif.(*)
 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.