PALANGKA RAYA (Lentera) -Angka capaian pertumbuhan ekonomi kota yang tinggi tidak dapat dipisahkan dari dinamika pertumbuhan penduduk.
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, mengatakan, angka pertumbuhan ekonomi Kota Palangka Raya tahun 2025 tercatat mencapai 6,82 persen. Angka ini berada di atas rata-rata nasional yaitu sekitar 5,00-5,15 persen.
“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi memiliki keterkaitan erat dan saling mempengaruhi dengan tingkat pertumbuhan penduduk,” papar Subandi, Selasa (20/1/2026).
Ia menekankan, pertumbuhan penduduk yang sehat dapat menjadi motor penggerak ekonomi, karena berdampak pada meningkatnya daya beli dan jumlah tenaga kerja yang produktif.
Tapi disisi lain, ekonomi yang bertumbuh akan menarik masuknya penduduk baru yang ingin mencari peluang kerja maupun usaha.
Subandi menggarisbawahi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain ketersediaan infrastruktur dasar seperti perumahan layak, akses air bersih, serta sarana transportasi yang memadai.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi hal penting agar pertumbuhan penduduk dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian.
"DPRD Palangka Raya telah menyusun beberapa rekomendasi kebijakan kepada pemerintah kota, seperti perluasan pembangunan perumahan rakyat, peningkatan akses pendidikan, pelatihan kerja, serta penguatan sistem transportasi publik," tuturnya.
Subandi menegaskan, semua langkah tersebut harus berjalan selaras sehingga pertumbuhan ekonomi dan penduduk dapat beriringan dan berkelanjutan.
Tidak hanya itu, rencana kerja sama dengan berbagai pihak tengah diupayakan guna mengoptimalkan sinergi antara pertumbuhan ekonomi dan peningkatan jumlah penduduk yang berkualitas. Kolaborasi dilakukan diantaranya dengan pihak perguruan tinggi dan para pelaku usaha.
"Kami berharap, melalui perencanaan yang matang, Palangka Raya dapat menjadi contoh daerah yang berhasil memanfaatkan kedua aspek penting tersebut bagi kemajuan daerah," pungkas Subandi.
Reporter: Novita|Editor: Arifin BH




.jpg)
