04 February 2026

Get In Touch

Sempat Viral, Pengunjung Gagal Isi Air Minum di Anjungan Kayutangan Heritage

Beberapa pengunjung Kayutangan Heritage nampak gagal mencoba Anjungan Air Siap Minum (AASM), Selasa (20/1/2026). (Santi/Lentera)
Beberapa pengunjung Kayutangan Heritage nampak gagal mencoba Anjungan Air Siap Minum (AASM), Selasa (20/1/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) -Fasilitas publik berupa Anjungan Air Siap Minum (AASM) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sempat viral di media sosial. Pemicunya adalah tidak dapat digunakan saat dijajal di kawasan Kayutangan Heritage, Selasa (20/1/2026).

Kondisi ini menimbulkan keluhan dari pengunjung yang berharap bisa memanfaatkan layanan air minum murah dan praktis tersebut.

Berdasarkan pantauan Lentera, upaya pengunjung untuk mengisi air menggunakan botol berukuran 1 liter tidak membuahkan hasil, meski telah mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera di mesin.

"Pengisian air yang seharusnya bisa dilakukan dengan koin pecahan Rp500 atau Rp1.000 untuk 1,8 liter air, serta Rp5.000 untuk galon 18 liter, justru gagal berulang kali," ujar salah satu pengunjung, Fifi, Selasa (20/1/2026).

Untuk menggunakan air minum di Anjungan Kayutangan, seharusnya bisa mengisi botol minum dengan sistem bayar pakai uang koin atau QRIS, pilih ukuran (misal 330ml mulai Rp100), lalu ikuti instruksi di mesin, ini cara ekonomis dan ramah lingkungan untuk dapat air bersih siap minum.

Ternyata saat koin dimasukkan ke dalam mesin AASM, menurutnya koin tersebut tidak tertahan dan langsung keluar kembali. Masalah serupa juga terjadi ketika mencoba metode pembayaran non tunai menggunakan QRIS, di mana sistem tidak dapat mendeteksi pembayaran dan hanya menampilkan tulisan error saat dipindai.

Tidak hanya itu, upaya menghubungi nomor customer service yang tercantum pada mesin AASM juga tidak mendapat respons. Pesan yang dikirim hanya berstatus centang satu, tanpa ada balasan hingga beberapa waktu kemudian.

Tim Lentera juga sempat menyaksikan sekelompok wisatawan yang mencoba menggunakan AASM tersebut. Namun, hasilnya sama, mesin tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. 

Kondisi ini membuat sebagian pengunjung kebingungan sekaligus kecewa, lantaran fasilitas yang diharapkan menjadi solusi air minum justru tidak bisa dimanfaatkan.

Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, menjelaskan pengelolaan AASM di Kayutangan Heritage berada di tangan pihak ketiga.

"Itu yang kelola pihak ketiga, coba saya teruskan ya," ujar Priyo, dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (20/1/2026).

Priyo menegaskan, Perumda Tugu Tirta hanya bertanggung jawab pada penyediaan air dari jaringan distribusi serta menjaga kualitas air yang dialirkan ke AASM. "Kami hanya menyiapkan air jaringan distribusi dan kualitasnya," tambahnya.

Untuk diketahui, AASM di kawasan Kayutangan Heritage mulai beroperasi sejak 4 Oktober 2025 dan diresmikan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Saat peresmian, Wahyu menyebut AASM sebagai upaya Pemkot Malang dalam memperluas akses air minum bersih bagi masyarakat.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.