PALANGKA RAYA (Lentera) -Tanaman ilung atau eceng gondok dan teratai, yang tumbuh melimpah di kawasan rawa dan perairan di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), selama ini sering dianggap sebagai tumbuhan liar yang tidak berguna bahkan menjadi hama.
Sementara itu Anggota Komisi III DRPD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, memiliki pendapat berbeda yang mengatakan tanaman ilung dan teratai memiliki potensi besar untuk diolah menjadi kerajinan tangan asli Palangka Raya.
"Kita bisa mempelajari cara pengolahan ilung dari daerah lain yang telah berhasil sebelumnya, kemudian dikembangkan menjadi produk khas Kalimantan Tengah," papar Arif, Selasa (20/1/2026).
Salah satu daerah yang telah berhasil mengolah ilung menjadi kerajinan tangan yaitu Kalimantan Selatan. Ilung diolah menjadi berbagai produk kerajinan seperti tas, dompet, aksesori, hingga dekorasi yang bernilai estetika tinggi.
Sedangkan untuk tanaman teratai, Arif menjelaskan, seluruh bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan, termasuk untuk menjadi kerajinan tangan. Bunga kering dan daun teratai bisa digunakan sebagai bahan dekorasi alami, sedangkan biji dan batangnya dapat diolah menjadi aksesoris atau souvenir unik.
Teratai juga memiliki nilai budaya yang kuat bagi masyarakat Kalteng, sehingga produk kerajinan dari tanaman ini dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya lokal.
"Pengembangan kerajinan dari ilung dan teratai tidak hanya akan membuka peluang kerja bagi masyarakat, terutama kaum perempuan dan kelompok usaha kecil, selain itu dapat mengurangi masalah lingkungan akibat menumpuknya kedua tanaman tersebut," ucapnya.
Ia menekankan, dengan mengolah ilung dan teratai menjadi produk bernilai jual, berarti kita juga menjaga kelestarian ekosistem perairan di wilayah Palangka Raya.
Arif mengajak Pemerintah Kota, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian, untuk bekerja sama memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai teknik pengolahan ilung dan teratai menjadi kerajinan. Selain itu ia menyarankan agar dilakukan pendaftaran merek produk agar dapat dilindungi dan diakui sebagai kerajinan tangan asli Palangka Raya.
Arif berharap, dengan dihasilkannya produk kerajinan tangan berbahan ilung dan teratai, wisatawan yang berkunjung ke Palangka Raya memiliki pilihan lebih beragam sebagai oleh-oleh khas Kalteng yang memiliki nilai budaya lokal.
Dengan dukungan yang tepat, kerajinan dari ilung dan teratai bisa menjadi ikon baru Palangka Raya, karena itu harus segera digarap sebelum diambil alih oleh daerah lain," pungkasnya.
Reporter: Novita|Editor: Arifin BH




.jpg)
