MALANG (Lentera) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan pengusulkan pembentukan Sekolah Garuda di semua Kabupaten dan Kota. Usulan tersebut disampaikan ke Pemerintah Pusat.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan usulah tersebut menyambut adanya pembentukan Sekolah Garuda dengan mengusulkan seluruh sekolah di provinsi itu sebagai lokasi ke pemerintah pusat.
"Nanti dari Kemendiktisaintek akan menyiapkan," kata Aries saat berada di SMA Taruna Nusantara di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026) melansir antara.
Aries menjelaskan lokasi yang disiapkan untuk Sekolah Garuda harus terlebih dahulu diawali dengan pelaksanaan survei ke setiap daerah. Survei tersebut bertujuan menentukan lokasi representatif untuk menjalankan program dari pemerintah pusat itu.
Lebih lanjut dia mengatakna bahwa ada dua skema pembentukan Sekolah Garuda, yakni melalui pembangunan fasilitas baru atau Sekolah Garuda Baru (SGB) maupun dengan cara memperkuat sekolah berprestasi yang sudah ada atau Sekolah Garuda Transformasi (SGT).
Aries belum bisa memastikan kapan pembentukan Sekolah Garuda di Jawa Timur mulai dijalankan, tetapi dimungkinkan pada tahun depan ketika tahun ajaran baru bergulir. Namun, mengenai apakah sekolah itu akan menghadirkan sistem asrama atau tidak.
"Tadi disampaikan oleh Bapak Presiden satu dulu masing-masing daerah di Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, pembentukan Sekolah Garuda menjadi sebuah upaya penting dari pemerintah dalam rangka menghadirkan lebih banyak akses pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak Indonesia.
Sekolah Garuda disebutnya akan memperkuat ketersediaan lembaga pendidikan lainnya, seperti sekolah umum, Sekolah Rakyat maupun SMA Taruna Nusantara, maupun SMA Taruna Negeri. "Para pelajar akan berproses sesuai dengan standar yang sudah dipersiapkan oleh negara," ucap dia.
Setiap lulusan diharapkan ke depannya mampu menembus persaingan pendidikan tinggi di tingkat internasional.
Selain itu, mereka juga diharapkan bisa tumbuh menjadi sumber daya manusia (SDM) unggul yang akan menjadi pionir pembangunan dan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan bangsa Indonesia di masa depan. (*)
Editor : Lutfiyu Handi





.jpg)
