SURABAYA ( LENTERA ) - Secangkir teh di pagi atau sore hari bisa menjadi pilihan tepat untuk menenangkan pikiran. Rasa dan aroma khasnya mampu membangkitkan suasana hati sehingga kamu merasa lebih rileks. Namun, teh tidak hanya menawarkan kenikmatan rasa, kandungan antioksidannya juga menjadi nilai plus bagi kesehatan.
Dikutip dari Eatingwell, antioksidan adalah senyawa yang dapat meningkatkan kesehatan tubuh sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit. Namun, banyak orang yang beranggapan teh hijau menjadi salah satu jenis yang punya kadar antioksidan yang tinggi. Padahal ada banyak jenis lainnya yang juga punya kandungan serupa bahkan lebih baik.
Lalu, teh jenis apa saja yang memiliki kandungan antioksidan tinggi? Ada empat teh yang bisa disediakan di rumah sebagai teman untuk menenangkan pikiran. Beberapa mungkin sudah familiar, sementara yang lain bisa jadi baru pertama kali didengar.
White tea
Urutan pertama ada white tea atau teh putih. Jenis ini memiliki kadar antioksidan yang tinggi karena proses pembuatannya hanya dikeringkan tanpa dikukus atau dipanggang seperti teh hijau.
Menurut jurnal bertajuk “Tea's anti‐obesity properties, cardiometabolic health‐promoting potentials, bioactive compounds, and adverse effects: A review focusing on white and green teas” (2023), antioksidan yang terkandung di dalamnya bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Di antaranya mengelola lemak dalam darah dan menurunkan kadar kolesterol jahat.
Cara terbaik konsumsi teh putih adalah menyeduh daun teh berkualitas dengan air bersuhu 70-80°C selama 2-5 menit, tanpa gula atau pemanis tambahan. Tidak dikonsumsi saat perut kosong, idealnya setelah sarapan/makan siang untuk memaksimalkan antioksidan dan rasa lembutnya. Serta memberi jeda 1-2 jam setelah makan besar agar tidak mengganggu penyerapan zat besi. Cukup 1-2 cangkir per hari untuk menghindari asupan kafein berlebihan.
Teh rosella
Teh yang terbuat dari bunga rosella ini memiliki ciri khas yang asam. Dikutip dari Verywell Health, teh ini memiliki manfaat dalam menurunkan tekanan darah. Selain itu, kandungan antioksidannya membantu mengurangi peradangan.
"Teh kembang sepatu kaya akan flavonoid, termasuk antosianin dan quercetin. Teh kembang sepatu tampaknya menurunkan kolesterol LDL dan trigliserida,” ujar Marie Spano, MS, RD, CSCS, CSSD,ahli gizi dan olahraga asal Amerika yang dikutip dari Eatingwell.
Manfaat lain juga tercantum dalam jurnal berjudul “Dietary Plants for the Prevention and Management of Kidney Stones: Preclinical and Clinical Evidence and Molecular Mechanisms” (2018). Dalam temuan tersebut, teh ini dapat mengobati batu ginjal.
Cara terbaik mengonsumsi teh rosella adalah dengan menyeduh kelopak bunga rosella kering (3-5 kelopak) dengan air panas (250 ml) selama 5-10 menit hingga air berwarna merah. Kemudian nikmati hangat atau dingin, bisa ditambah madu/lemon, dan konsumsi 1-2 cangkir sehari, dengan jeda 10 hari minum, 7 hari istirahat. Lakukan konsultasi dengan dokter jika ada kondisi kesehatan seperti gangguan hati atau hipotensi, dan hindari bersama obat tertentu.
Teh rooibos
Teh ini memiliki rasa manis dengan sedikit aroma kacang. Dikutip dari Eatingwell, jenis teh ini tidak mengandung kafein, Ladies. Jadi, cocok bagi kamu yang sensitif terhadap kafein.
Rooibos memiliki kandungan antioksidan berupa aspalathin yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Sementara itu kandungan lainnya berupa quercetin membantu melawan peradangan, potensi kanker, dan gangguan metabolisme gula.
Cara terbaik konsumsi teh rooibos adalah diseduh dengan air panas (90-95°C) selama 3-5 menit. Bisa dinikmati hangat atau dingin, dengan atau tanpa tambahan seperti susu (sapi, almond) atau pemanis alami seperti kayu manis. Hinndari konsumsi berlebihan, sekitar 6 cangkir/hari aman), untuk mengoptimalkan manfaat antioksidannya tanpa efek samping.
Teh oolong
Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan namanya. Teh oolong ini berasal dari Tiongkok dengan perpaduan antara teh hijau dan hitam. Teh ini dipercaya memiliki kadar antioksidan yang tinggi berkat proses fermentasi dari hasil pembuatannya.
"Antioksidan dalam teh oolong juga terbukti menjanjikan sebagai penunjang penurunan berat badan dan pengelolaan gula darah,” ungkap Barbara Ruhs, MS, RD, ahli diet asal Amerika Serikat. Selain itu teh ini juga memiliki kandungan asam amino yang dapat membantu tubuh lebih rileks.
Cara terbaik konsumsi teh oolong adalah menyeduh dengan air panas 90-95°C selama 3-5 menit. Nikmati hangat atau dingin tanpa gula, dan minum setelah makan atau di sela aktivitas untuk membantu pencernaan dan mengontrol nafsu makan. Hindari saat perut kosong dan sebelum tidur karena kafeinnya. Teh ini dapat diseduh berulang kali, menghasilkan rasa yang berbeda setiap seduhannya.(wid,ist,kum/dya)





.jpg)
