12 January 2026

Get In Touch

Seorang Narapidana Tewas, Diduga Korban Penganiayaan di Lapas Blitar

Lapas Kelas II B Blitar.
Lapas Kelas II B Blitar.

BLITAR (Lentera) - Seorang narapidana Lapas Kelas IIB Blitar, Harianto (54) diduga korban penganiayaan dua rekannya satu sel dikabarkan meninggal dunia, Sabtu (10/1/2026) setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Mardi Waluyo selama 5 hari. 

Harianto yang diketahui narapidana kasus narkoba dilarikan ke rumah sakit pada Senin, 5 Januari 2026 dalam keadaan tidak sadarkan diri akibat luka serius yang dialaminya, karena dugaan dianiaya oleh narapidana lain berinisial I dan D. 

"Korban mengalami stroke batang otak, yang menyebabkan penurunan kesadaran," kata adik ipar korban, Estu Broto kepada wartawan, Sabtu (10/1/2026).

Estu menjelaskan, kondisi korban sejak awal masuk ruah sakit kritis dan tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan. 

"Hari ini, kakak saya meninggal dunia sekitar pukul 07.00 WIB. Kami sekeluarga merasa sangat kehilangan,” jelasnya.

Pihak keluarga korban menegaskan, telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Mereka berharap, proses hukum dapat berjalan adil dan transparan. 

"Kami merasa kematian ini tidak seharusnya terjadi, di lingkungan yang berada dalam pengawasan negara," tandas Estu.

Kasus tersebut, saat ini dalam penanganan Polres Blitar Kota. Penyelidikan telah lakukan dengan memeriksa 9 saksi untuk mengungkap detail peristiwa tersebut. 

"Kami sudah memeriksa 9 saksi dalam kasus ini, saat ini proses penyelidikan masih terus berjalan," kata Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Rudy Kuswoyo.

Sementara itu, menurut Kepala Lapas Kelas IIB Blitar, Romi Novitrion insiden penganiayaan ini, diduga dipicu oleh persoalan lama antara korban dan pelaku. Di mana H (korban) pernah menawarkan bantuan kepada I dan D, untuk proses pembebasan dari lembaga pemasyarakatan dengan imbalan uang yang tidak pernah direalisasikan. 

"Saya ingin menegaskan bahwa uang senilai Rp40 juta yang dijanjikan sudah diserahkan di luar lapas, namun tidak ada realisasi dari H. Saat mereka bertemu kembali di dalam lapas, terjadilah dugaan pemukulan tersebut," ungkap Romi.

 

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.