12 January 2026

Get In Touch

Wakil Ketua DPRD Surabaya: Proyek Pengendalian Banjir Berlanjut hingga 2027

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni. (Amanah/Lentera)
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) -Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, menilai, upaya pengendalian banjir di Kota Pahlawan masih menjadi pekerjaan rumah besar yang tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. 

Meski sejumlah titik genangan telah berhasil dikurangi, penanganan banjir secara menyeluruh diproyeksikan baru akan rampung dalam beberapa tahun ke depan.

Fathoni menyebut, program pengendalian banjir masih akan terus berlanjut hingga 2026 bahkan 2027. Hal ini mencakup pembangunan saluran u-ditch di kawasan permukiman, optimalisasi saluran-saluran besar, hingga pembangunan rumah pompa di titik rawan genangan.

“Kota Surabaya ini memang belum selesai di tahun 2025 dan itu masih akan direncanakan hingga tahun 2026. Baik pengendalian banjir di kawasan permukiman melalui u-ditch yang akan dibangun tahun depan maupun saluran-saluran besar termasuk rumah-rumah pompa,” sebutnya, Kamis (1/1/2026).

Ia menambahkan, kondisi geografis Surabaya yang berada di wilayah cekungan menjadi tantangan tersendiri. Aliran air dari daerah dataran tinggi seperti Malang serta aliran Sungai Brantas bermuara ke Surabaya, ditambah lagi dengan potensi pasang air laut yang kerap diperingatkan oleh BMKG.

Politisi dari Fraksi Golkar ini mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota Surabaya. Menurutnya, sejumlah kawasan yang sebelumnya menjadi langganan banjir kini mulai terbebas dari genangan.

“Alhamdulillah di beberapa tempat yang dulu langganan banjir itu kemarin sudah tidak ada. Artinya, program pengendalian banjir yang dikebut selama ini sudah terbukti efektivitasnya meskipun belum 100 persen,” ujarnya.

Untuk memastikan pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran, DPRD bersama Pemkot Surabaya juga telah menyusun skema pembiayaan alternatif. Skema tersebut diharapkan mampu menopang keberlanjutan proyek infrastruktur hingga beberapa tahun ke depan.

“Kami bangun di awal tahun ini hingga 2027 sehingga mudah-mudahan di 2028, ketika seluruh proyek infrastruktur baik jalan maupun penanganan banjir sudah selesai, masyarakat benar-benar bisa merasakan manfaatnya,” tutup Fathoni.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.