12 January 2026

Get In Touch

AS Tangkap Kapal Minyak di Lepas Pantai Venezuela, Ketegangan Memanas

Amerika Serikat merampas kapal tanker minyak kedua di lepas pantai Venezuela. Tindakan ini semakin memanaskan ketegangan kedua negara. (Foto/X/@Sec_Noem)
Amerika Serikat merampas kapal tanker minyak kedua di lepas pantai Venezuela. Tindakan ini semakin memanaskan ketegangan kedua negara. (Foto/X/@Sec_Noem)

WASHINGTON (Lentera) - Ketegangan antara Amerika Serikat AS) dengan Venezuela semakin memanas. Ketegangan ini ditandai tindakan AS yang telah menyita atau merampas kapal tanker minyak kedua di lepas pantai Venezuela pada hari Sabtu (20/12/2025) waktu Caracas.

Aksi Amerika ini juga meningkatkan tekanan pada Venezuela, hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan blokade "total dan menyeluruh" terhadap pengiriman minyak yang dikenai sanksi secara sepihak.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem mengonfirmasi penggerebekan kapal tanker minyak tersebut. "Dalam aksi subuh dini hari tanggal 20 Desember ini, Penjaga Pantai AS dengan dukungan Departemen Perang menangkap sebuah kapal tanker minyak yang terakhir berlabuh di Venezuela" tulis Noem dalam unggahan video perampasan kapal tersebut.

Dia menandaskan bahwa AS akan terus mengejar pergerakan ilegal minyak yang dikenai sanksi yang digunakan untuk mendanai teroris narkoba di wilayah tersebut. Bahkan dia memastikan akan menemukan dan menangkap kapal-kapal itu.

"Terima kasih kepada para pria dan wanita pemberani kami dari @USCG dan @DeptofWar," imbuh dia mengacu pada Penjaga Pantai AS dan Departemen Perang.

Langkah ini dilakukan di tengah peningkatan kekuatan militer AS di dekat Venezuela dan menyusul perintah Trump awal pekan ini untuk memblokir semua kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang masuk atau keluar negara tersebut.

Namun, tidak seperti kapal tanker yang disita awal bulan ini, kapal yang dicegat akhir pekan ini tidak berada di bawah sanksi AS dan membawa minyak mentah Venezuela yang menuju Asia, menurut laporan CNN, Minggu (21/12/2025).

Penyitaan tersebut terjadi di perairan internasional dan menandai pencegatan kapal tanker minyak kedua dalam beberapa pekan terakhir. Sejak pencegatan pertama, beberapa kapal dilaporkan tetap berada di perairan Venezuela daripada mengambil risiko disita AS, yang secara tajam mengurangi ekspor minyak mentah Venezuela. (*)


Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.