12 January 2026

Get In Touch

Pantai di Iran Berubah Jadi Merah Darah, Kok Bisa?

Pantai Pulau Hormuz berubah menjadi merah darah setelah diguyur hujan. (Foto: X)
Pantai Pulau Hormuz berubah menjadi merah darah setelah diguyur hujan. (Foto: X)

SURABAYA (Lentera) – Sebagian garis pantai pulau di Pulau Hormuz, Iran selatan —yang dikenal secara lokal sebagai Pantai Merah— berubah menjadi hamparan warna merah darah. Fenomena ini terjadi setelah hujan deras mengguyur Kawasan tersebut.

Video dan gambar yang dibagikan secara daring menunjukkan air hujan menghanyutkan tanah mineral merah yang kaya dari lereng ke laut terdekat, mewarnai air dan pantai berpasir dengan warna merah yang intens. Peristiwa ini memikat pengunjung dan pemirsa di media sosial.

Dilansir Gulf News, Pulau Hormuz, yang terletak di Selat Hormuz, Teluk Arab, terkenal dengan tanahnya yang secara alami berwarna merah dan lanskapnya yang berwarna-warni. 

Tanah kaya zat besi, yang secara lokal disebut golak, memberikan warna khas pada pantai-pantai pulau itu dan sangat berharga untuk penggunaan artistik, industri, dan budaya. Ketika hujan lebat turun, aliran tanah ini terbawa dari tebing merah ke laut, menciptakan fenomena yang diamati minggu ini.

Perubahan warna akibat hujan telah menjadi peristiwa yang dirayakan di pulau itu, menarik wisatawan dan fotografer. Video yang dibagikan di platform seperti Instagram menunjukkan pantai dan perairan dangkal berubah menjadi merah terang segera setelah hujan bercampur dengan sedimen kaya mineral. Beberapa klip menjadi viral dan mendapat banyak perhatian dari warganet, seperti lansir okezone, Kamis (18/12/2025).

Efek mencolok ini merupakan kejadian rutin terjadi, meskipun tidak setiap hari, yang terkait dengan geologi unik pulau tersebut. Oksida besi dan mineral lain dalam sedimen menghasilkan warna merah pekat ketika masuk ke dalam air, sebuah proses mirip dengan apa yang oleh beberapa pengunjung dan laporan disebut sebagai “hujan darah,” meskipun tidak ada materi biologis yang terlibat.

Pulau Hormuz, yang juga disebut “Pulau Pelangi” karena bentang alamnya yang berwarna-warni, menarik wisatawan sepanjang tahun untuk melihat tanahnya yang berwarna-warni, garis pantainya yang terjal, dan situs-situs bersejarahnya. Di luar pantai merah, lanskap pulau ini mencakup formasi dengan nuansa kuning, oranye, dan warna lain, hasil dari proses geologi rumit selama ribuan tahun.(*)


Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.