Pemulihan Infrastuktur Sumatera dan Aceh: Hercules TNI AU Antar Sling Baja, TNI AL Kirim Zeni Marinir
JAKARTA (Lentera) -TNI AU mengerahkan pesawat angkut Hercules untuk membawa lima unit sling baja dengan total berat sekitar 6 ton untuk kebutuhan pembangunan jembatan di wilayah bencana Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, mengatakan kabel tersebut dikirim menggunakan C-130 Super Hercules dari Lanud Soewondo Medan menuju Bandara Rembele pada Senin (15/12).
"Upaya ini kami lakukan untuk mendukung proses perbaiki jembatan yang rusak karena bencana. Dengan demikian akses transportasi dapat kembali dibuka dan mobilitas masyarakat berangsur normal," kata I Nyoman.
I Nyoman melanjutkan, selain membawa peralatan untuk membangun jembatan, pesawat Hercules itu juga mengangkut 50 set generator genset.
Alat tersebut digunakan untuk memberikan arus listrik kepada korban terdampak bencana di Aceh sekaligus membantu proses pembangunan jembatan.
"Pesawat ini turut membawa bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak," jelas dia.
Setelah pesawat sampai di Rembele, personelnya langsung mendistribusikan barang-barang tersebut ke lokasi bencana.
I Nyoman berharap, upaya yang dilakukan pihaknya ini dapat membantu mempercepat pemulihan wilayah pascabencana.
"Pengiriman bantuan ini diharapkan dapat mempercepat perbaikan infrastruktur dan pemulihan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak," tutup dia.
310 personil TNI AL kirim 310 personil
Mengutip dari Antara, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengirimkan 310 personel Satgas Zeni Marinir guna membantu proses pemulihan infrastruktur di Sumatera yang rusak akibat bencana.
Ratusan pasukan beserta alat-alat pendukung dan logistik dikirim menggunakan KRI Makasar-590 dari pelabuhan Kolinlamil, Jakarta Utara, Selasa.
"Prajurit Marinir akan melaksanakan pra-rekonstruksi dan rehabilitasi terhadap mereka yang terdampak dari bencana alam," kata Ali di Jakarta.
Ali mengatakan, ke-310 pasukan yang dipimpin DPP Danyonzeni 1 Marinir Letkol Marinir Zainal ini bertugas untuk membersihkan permukiman dari lumpur atau bebatuan, memperbaiki infrastruktur darurat, mengevakuasi korban, pembangunan fasilitas sementara serta membantu pendistribusian logistik.
Untuk menunjang tugas para personel Zeni Marinir, TNI AL juga mengirim ragam peralatan seperti alat berat untuk proses pembangunan konstruksi, peralatan dapur lapangan, kendaraan angkut, perangkat komunikasi dan pembangkit listrik.
Ali memastikan, para personelnya itu akan langsung bergerak ke titik bencana sesampainya di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.





.jpg)
