Konflik Aset Bumi Antariksa Madiun: Kelurahan Kuasai Fasum Tanpa Musyawarah, Pengurus RT–RW Mundur
MADIUN (Lentera) -Konflik pengelolaan fasilitas umum (fasum) di Perumahan Bumi Antariksa, Kelurahan Klegen, Kota Madiun, memanas. Sembilan RT dan dua RW mengundurkan diri dan menyerahkan stempel kepengurusan setelah kelurahan mengambil alih penguasaan tanpa persetujuan warga.
Gedung fasum yang sebelumnya digunakan untuk Antariksa Mart dialihkan untuk rencana Koperasi Merah Putih. Proses alih fungsi dilakukan dengan penyerahan kunci gedung ke pihak kelurahan tanpa pemberitahuan maupun musyawarah dengan RT, RW, dan paguyuban warga.
Ketua RW 10 sekaligus Ketua Paguyuban Bumi Antariksa, Agung Budiarto, menyebut pengambilalihan aset tersebut menghapus peran struktur lingkungan.
“Fasum itu aset warga. Penguasaan dilakukan tanpa komunikasi dengan RT dan RW,” ujar Agung, Selasa malam (16/12/2025).
Menurut Agung, warga tidak menolak program Koperasi Merah Putih. Namun pengelolaan aset bersama harus diputuskan melalui kesepakatan warga, bukan keputusan sepihak. Ketika keputusan diambil tanpa melibatkan RT dan RW, kepercayaan warga runtuh.
Sebagai respons, pengurus 9 RT dan 2 RW menyerahkan stempel dan menyatakan tidak lagi menjalankan fungsi kepengurusan lingkungan.
Rapat klarifikasi digelar di gedung pertemuan Bumi Antariksa. Pertemuan dihadiri RT, RW, warga, Kapolsek Kartoharjo, Danramil, Camat, anggota DPRD Kota Madiun Y. Rudi Wisnu Wardhana, Ketua LPMK, serta Lurah Klegen Yuni Wijayanto.
Dalam rapat tersebut, Yuni Wijayanto menyatakan belum menerima surat pengunduran diri para pengurus. Ia menyebut akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Wali Kota Madiun sebelum mengambil keputusan.
“Saya sementara belum bisa menerima surat pernyataan panjenengan semua. Saya akan konsultasi dengan Bapak Wali Kota,” ujar Yuni.
Hingga pertemuan berakhir, kunci gedung fasum tetap berada di bawah kendali kelurahan. Warga meminta pengelolaan aset dikembalikan ke warga dan setiap rencana pemanfaatan dilakukan melalui musyawarah terbuka.
Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo|Editor: Arifin BH





.jpg)
