01 September 2025

Get In Touch

Buntut Aksi Demo di Kota Malang: 13 Pos Polisi Rusak, 61 Orang Diamankan

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono, Sabtu (30/8/2025) (Santi/Lentera)
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono, Sabtu (30/8/2025) (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Sebanyak 13 pos polisi rusak dan 61 orang diamankan polisi usai kericuhan yang terjadi dalam aksi lanjutan demo di Kota Malang, Jumat (29/8/2025) malam hingga Sabtu (30/8/2025) dini hari. Kericuhan pecah setelah massa aksi melakukan unjuk rasa di depan Markas Komando (Mako) Polresta Malang Kota.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono, menjelaskan dari total 16 pos polisi di wilayahnya, 13 di antaranya mengalami kerusakan akibat dilempari hingga kaca pecah, sementara tiga pos lainnya dibakar massa.

"Di Mako Polresta tidak ada yang rusak. Kendaraan dinas juga tidak ada yang rusak. Hanya pagar kami dicoret-coret, terjadi vandalisme, dan beberapa banner dibakar. Tetapi itu tidak mengganggu operasional," ujar Nanang, Sabtu (30/8/2025).

Ditambahkannya, aparat juga menangkap sejumlah massa aksi yang diduga terlibat dalam perusakan. Total ada 61 orang diamankan, terdiri dari 21 anak-anak dan 40 orang dewasa.

"Iya, pasti yang kami tangkap adalah mereka yang melakukan pengerusakan. Tetapi pokoknya yang tidak terlibat, kami lepas sore ini. Kami juga panggil guru dan orang tua mereka semua," tegasnya.

Menurut Nanang, bagi mereka yang terbukti bersalah akan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku. Sedangkan untuk yang tidak terbukti, tetap diberlakukan wajib lapor.

Untuk diketahui, kericuhan ini diawali dengan aksi doa bersama dan penyalaan lilin di Alun-alun Merdeka Kota Malang sejak pukul 15.45 hingga 18.00 WIB. Massa aksi terdiri dari ojek online (ojol), mahasiswa, hingga masyarakat sipil. Aksi tersebut dilakukan untuk mengenang Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online yang meninggal dunia setelah terlindas mobil Brimob saat demo di Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Usai kegiatan di Alun-alun, sekitar pukul 18.30 WIB, massa bergeser ke Mako Polresta Malang Kota untuk menggelar aksi lanjutan. Situasi awalnya berlangsung kondusif. Kapolresta Malang Kota bahkan sempat menemui massa dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Namun, sekitar pukul 22.00 WIB, aksi berubah ricuh. Massa mulai melempari batu, membakar baliho, merusak spanduk, hingga mencoret-coret tembok Mako Polresta. Polisi kemudian mengerahkan ratusan personel Brimob lengkap dengan tameng dan senjata gas air mata untuk membubarkan kerumunan.

Gas air mata ditembakkan secara bertubi-tubi hingga menyebar ke area Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Sekitar pukul 01.20 WIB, massa dipukul mundur dari kawasan RSSA hingga Kayutangan.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.