Ribuan Lilin Iringi Doa Bersama untuk Affan Kurniawan di Kota Malang, Massa Aksi Bawa 5 Tuntutan

MALANG (Lentera) - Cahaya dari ribuan lilin menyala di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Jumat (29/8/2025) petang. Mengiringi doa bersama untuk Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi demonstrasi di Jakarta.
Sejak pukul 15.45 WIB, ribuan massa aksi termasuk para pengemudi ojol berdatangan untuk mengikuti mimbar bebas, doa bersama, dan menyalakan lilin. Suasana penuh keprihatinan itu baru berakhir sekitar pukul 18.13 WIB, ketika massa perlahan membubarkan diri.
Meski aksi berlangsung damai dan kondusif, suara protes keras berkali-kali terdengar dari pengeras suara maupun teriakan massa. Salah satu orator menyerukan, "Affan jangan khawatir, jangan risau, kami akan membalas sekuat tenaga kami untukmu." Bahkan, dalam momen yang lebih emosional, pekikan "Bakar Polisi Sekarang Juga!" sempat menggema di tengah kerumunan.
Di balik marah dan duka, massa yang hadir membawa lima tuntutan utama. Yuliati, salah satu pengemudi ojol yang ikut serta, menyampaikan poin-poin yang mereka suarakan dalam aksi solidaritas tersebut.
"Pertama, mengusut tuntas insiden tewasnya saudara Affan Kurniawan, pengemudi ojek online, yang dilindas rantis Brimob, serta memastikan proses hukum berjalan transparan, independen, dan akuntabel," ungkapnya.
Ia melanjutkan, tuntutan kedua yakni mendesak pertanggungjawaban penuh dari Kepolisian, khususnya Brimob, atas kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa warga sipil. Sementara tuntutan ketiga adalah menjamin perlindungan hukum bagi keluarga korban, termasuk pemberian santunan dan kompensasi yang layak.
"Tuntutan keempat, menjamin keselamatan rakyat dalam setiap aksi penyampaian pendapat di muka umum dengan menghentikan segala bentuk tindakan represif aparat. Dan yang kelima, mendesak Polri melakukan evaluasi menyeluruh agar aparat tidak lagi bertindak brutal di lapangan," jelas Yuliati.
Selain menyuarakan tuntutan, Yuliati juga menanggapi pernyataan Kapolri yang sebelumnya menyebut insiden tersebut terjadi tanpa kesengajaan. Menurutnya, pernyataan itu tidak tepat di tengah duka keluarga korban.
"Mudah-mudahan beliau bisa menarik ucapannya. Mana ada tidak sengaja. Itu nyawa manusia, bukan tikus. Nyawa manusia pasti berharga untuk keluarga," tegasnya.
Sebagai informasi, dua pengemudi ojol menjadi korban dalam aksi demonstrasi menuntut pembubaran DPR di Jakarta pada Kamis (28/8/2025). Peristiwa itu terjadi ketika rantis Brimob Polda Metro Jaya menghalau massa di kawasan Rumah Susun Bendungan Hilir II, Jakarta Pusat.
Dalam insiden tersebut, Affan Kurniawan meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo. Sementara satu pengemudi ojol lainnya mengalami patah kaki dan kini dirawat di Rumah Sakit Pelni, Jakarta Barat.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais