30 August 2025

Get In Touch

Dikeluhkan Kosongnya BBM Shell dan BP-AKR, Bahlil: Impor Sudah Ditambah 10%

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA (Lentera)– Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan kementeriannya telah memberikan tambahan kuota impor bahan bakar minyak (BBM) kepada operator SPBU swasta, Shell dan BP-AKR.

Hal tersebut merespons isu kekosongan pasokan BBM jenis bensin di jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kedua perusahaan hilir migas tersebut. Pun demikian, dia tidak mengelaborasi berapa tepatnya volume kuota impor yang diberikan kepada peladen BBM swasta tersebut.

“Saya ingin katakan bahwa semua perusahaan swasta itu telah mendapatkan kuota impor yang jumlahnya sama dengan 2024, ditambah dengan 10%,” tegas Bahlil saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (27/8/2025).

“Dan saya ingin katakan hajat hidup orang banyak dikuasai negara ya. Jadi Pertamina akan diperkuat, kita perkuat,” imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH) berjanji akan segera mengecek penyebab gangguan pasok BBM di jaringan SPBU milik swasta, khususnya Shell dan BP-AKR.

“Kalau terkait [dengan penyebab kekosongan pasokan] itu mesti kita cek dahulu ke badan usahanya, penyebab pastinya apa. Apakah karena proses pengiriman atau [kenaikan] permintaan,” ujar Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman saat dihubungi, Rabu (27/8/2025).

Saleh mengaku hingga saat ini belum ada laporan dari Shell maupun BP-AKR yang masuk ke BPH Migas terkait dengan isu gangguan pasokan tersebut. Namun, BPH Migas menegaskan akan tetap memantau perkembangan kasus tersebut.

Di sisi lain, President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian tidak menjelaskan penyebab pasti gangguan pasok BBM di SPBU perseroan, yang notabene merupakan kejadian yang sudah beberapa kali terulang sejak awal tahun ini.

“Produk BBM Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ tidak tersedia di beberapa jaringan SPBU Shell hingga waktu yang belum dapat dipastikan,” ujarnya saat dimintai konfirmasi, Rabu (27/8/2025).

Bagaimanapun, kata Ingrid, Shell masih melayani para pelanggan dengan produk BBM Shell V-Power Diesel dan layanan lainnya; termasuk Shell Select, Shell Recharge, bengkel, dan pelumas Shell.

Meski tidak menjelaskan penyebab gangguan pasok tersebut, Ingris menyebut Shell tetap berupaya memastikan kelancaran pendistribusian dan penyediaan produk BBM di jaringan SPBU-nya.

“Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral [ESDM] untuk memastikan ketersediaan produk BBM di jaringan SPBU Shell. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujarnya.

Sebelumnya, warganet menyatakan kelangkaan stok sejumlah jenis BBM di beberapa SPBU Shell terjadi sejak akhir pekan lalu. Salah satu warganet bernama Bekti telah menyatakan jenis BBM Shell V-Power susah ditemukan pada Jumat (22/8/2025).

“Kok sekarang V-Power susah ya, ga semua SPBU ada. Katanya sudah out of stock, kata karyawan jadi nunggu berbulan-bulan normal lagi,” tulis Bekti di kolom komentar Instagram Shell.

Keluhan tersebut terpantau makin banyak dilontarkan warganet pada hari ini, mereka mengeluhkan banyak SPBU Shell yang mengalami kekosongan pasokan BBM jenis Shell Super dan Shell V-Power.

Co-Editor: Nei-Dya/berbagai sumber

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.