05 April 2025

Get In Touch

Pengguna WeChat di AS Tuntut Presiden Trump

Ilustrasi WeChat (Ist)
Ilustrasi WeChat (Ist)

Sekelompokpengguna WeChat di Amerika Serikat meminta hakim federal melarang Donald Trumpmelakukan pemblokiran terhadap aplikasi asal China, WeChat.

Dalamkeluhan ke pengadilan federal di San Francisco, pengacara keturunanChina-Amerika yang membentuk Aliansi Pengguna WeChat AS menuduh pembatasan yangdirencanakan oleh Presiden Donald Trump pada aplikasi tersebut tidakkonstitusional.

PerintahTrump pada 6 Agustus lalu melarang warga AS melakukan bisnis dengan WeChat danTikTok, platform media sosial China lainnya, mulai pertengahanSeptember.

Namun,perintah eksekutif yang disebut “pakai kata-kata yang tidak jelas” tersebuttidak memerinci transaksi apa saja yang akan dilarang. Hal ini, menurutpengacara, membuat individu dan perusahaan menjadi bingung apakah mereka akanmelanggar perintah presiden jika mereka tidak secara fundamental mengubah caramereka berkomunikasi atau menjalankan bisnis.

Merekamengaitkan perintah presiden dengan komentarnya yang mengkritik China dalambeberapa bulan terakhir, termasuk menyalahkannya atas pandemi virus corona.

“BaikPerintah Eksekutif itu sendiri maupun Gedung Putih tidak memberikan buktikonkret untuk mendukung anggapan bahwa menggunakan WeChat di Amerika Serikatmembahayakan keamanan nasional,” kata kelompok itu dalam pengaduan tersebut,dilansir Bloomberg, Sabtu (22/8/2020).

WeChat,yang dimiliki oleh Tencent Holdings Ltd. yang berbasis di Shenzhen, China,digunakan oleh jutaan penduduk AS untuk berkomunikasi dengan orang-orang yangbahasa pertamanya adalah bahasa Mandarin.

PerintahTrump secara efektif akan melarang penggunaan WeChat di AS, termasuk siapa punyang bertukar pesan dengan teman, keluarga, atau bisnis di China.

PerintahTrump mencerminkan kekhawatiran yang berkembang dari otoritas AS bahwa bisnisChina menimbulkan risiko keamanan yang serius, klaim yang telah meningkatkanketegangan antara kedua negara dan memicu penolakan dari Beijing.

Trumpjuga memerintahkan pemilik TikTok China, ByteDanced Ltd., pada 14 Agustus untukmenjual asetnya di AS. Calon pembeli Microsoft Corp dan Oracle Corp. sudahmenunjukkan minat.

Presidenmemiliki kekuasaan yang luas di bawah undang-undang 1977 yang memungkinkannyamengumumkan keadaan darurat nasional sebagai tanggapan atas ancaman yang tidakbiasa dan luar biasa, termasuk memblokir transaksi dan menyita aset.

PerusahaanAS yang beroperasi di China telah menyatakan keprihatinan tentang laranganWeChat karena aplikasi tersebut merupakan alat integral untuk bisnis di negaratersebut. Konsumen China menggunakannya untuk semua jenis transaksi, mulai darimembeli kopi hingga tiket pesawat.

Pemerintahan Trump telah mengisyaratkan perusahaan AS mungkin masih dapat menggunakan aplikasi tersebut di China (Ist).

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.