04 April 2025

Get In Touch

Uzmekistan Menjadi Tuan Ruah KTT Asia Tengah-Uni Eropa Pertama

Ilustrasi - Bendera Uzbekistan (ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY).
Ilustrasi - Bendera Uzbekistan (ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY).

JAKARTA (Lentera) - Konferensi Tingkat Tinggi Asia Tengah-Uni Eropa (EU) akan digelar di Uzbekistan. Ini menjadi tonggak sejarah baru bagi peningkatan hubungan dan kerja sama antara kedua regional tersebut.

Dilansir dari media Dunyo Kementerian Luar Negeri Uzbekistan, pertemuan dalam format Uni Eropa-Asia Tengah pada 4 April 2025 tersebut tersebut merupakan inisiatif Presiden Shavkat Mirziyoyev yang disampaikan dalam pertemuan kepala negara Asia Tengah dan Presiden Komisi Eropa pada 2022.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan Uni Eropa terhadap aspirasi kami mencapai keterbukaan, kemakmuran, dan kekuatan kawasan,” kata Mirziyoyev dalam wawancara bersama Euronews, dilaporkan Dunyo, Kamis (3/4/2025).

“Penting bagi kami supaya EU memiliki tujuan yang sama dalam mentransformasi Asia Tengah menjadi kawasan yang bersatu dan dinamis serta siap terhadap kemitraan yang terbuka dan setara dengan semua pemangku kepentingan,” ucap Presiden Uzbekistan.

Uzbekistan memandang penguatan integrasi di kawasan Asia Tengah meningkatkan potensi kerja sama di berbagai sektor dengan Uni Eropa, yang pada 2019 telah memperbarui rencana strategi Asia Tengahnya yang mencantumkan kerangka kebijakan baru terkait kerja sama EU-Asia Tengah.

Terlebih, setelah pertemuan pemimpin Asia Tengah dan Komisi Eropa pada 2022, kedua pihak terus mengembangkan dialog politik yang konstruktif serta kerja sama di berbagai bidang, seperti digitalisasi, pembinaan energi, serta ekonomi dan perdagangan.

Pertemuan tingkat menteri dan dialog tingkat tinggi Asia Tengah-EU dalam isu politik dan keamanan juga berlangsung secara rutin.

Uzbekistan menganggap bahwa KTT tersebut tak hanya memperkuat hubungan antara kedua kawasan, namun juga menguatkan kerja sama bilateral antara Uzbekistan dan EU.

Dari tahun 2018 hingga 2022, Uni Eropa dan Uzbekistan melakukan perundingan Kesepakatan Kemitraan dan Kerja sama yang Diperkuat (EPCA) yang diharapkan memberi kerangka kerja sama bilateral baru. Kesepakatan tersebut saat ini siap ditandantangani.

Lebih lanjut, Uzbekistan memandang keputusan menjadikan kota Samarkand yang bersejarah sebagai tuan rumah KTT EU-Asia Tengah pertama tersebut sebagai pengakuan terhadap peran Uzbekistan dalam mendorong integrasi Asia Tengah dan menguatkan kolaborasi dengan EU.

“KTT tersebut diharapkan dapat membuka prospek yang luas bagi baik negara Asia Tengah dan Uni Eropa, menciptakan dasar yang solid bagi penguatan kerja sama ekonomi, investasi, dan kemanusiaan, serta memperluas peluang perdagangan,” menurut laporan Dunyo.

KTT juga diharapkan dapat memberi wahana bagi implementasi inisiatif bersama bagi pembangunan berkelanjutan, stabilitas, dan kemakmuran kedua kawasan. (*)

Sumber : Antara | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.