04 April 2025

Get In Touch

27 Tentara Pakistan Tewas dalam Pembajakan Kereta, 346 Sandera Bebas

Kereta api berhenti di stasiun Quetta, Pakistan, pada 12 Maret 2025, untuk menjemput orang-orang yang disandera kelompok bersenjata Tentara Pembe
Kereta api berhenti di stasiun Quetta, Pakistan, pada 12 Maret 2025, untuk menjemput orang-orang yang disandera kelompok bersenjata Tentara Pembe

SIBI (Lentera) -Sebanyak 27 tentara tewas ketika aksi pembajakan terjadi, yang dilakukan kelompok separatis di kereta api Pakistan, Rabu (12/3/2025).

Para tersangka turut menyandera 346 orang, Pejabat militer mengatakan kepada wartawan AFP, penyanderaan terjadi selama 30 jam dan 27 tentara itu tidak sedang bertugas.

Misi penyelamatan dilakukan sejak Selasa (11/3/2025) sore, setelah kelompok separatis Tentara Pembebasan Baloch (BLA) mengebom rel di Balochistan, mengakibatkan kereta api yang mengangkut 450 orang terjebak di terowongan.

“346 sandera dibebaskan dan lebih dari 30 teroris tewas selama operasi tersebut,” seorang pejabat militer mengatakan kepada AFP dengan syarat anonim karena tidak berwenang berbicara kepada media.

Ia melanjutkan, ke-27 tentara yang tertembak itu sedang bepergian dengan kereta api sebagai penumpang. Seorang tentara yang sedang bertugas tewas dalam operasi penyelamatan.

Pejabat itu tidak menyebutkan jumlah warga sipil yang tewas, tetapi sebelumnya petugas kereta api dan paramedis mengatakan bahwa masinis dan satu polisi tewas.

Serangan itu diklaim dilakukan oleh BLA, yang merilis video ledakan di rel kereta, disusul munculnya puluhan anggota mereka dari tempat persembunyian di gunung.

Kelompok separatis kerap menuduh orang luar menjarah sumber daya alam di Balochistan.

Serangan separatis di wilayah yang berbatasan dengan Afghanistan dan Iran itu meningkat beberapa tahun terakhir, mayoritas menargetkan pasukan keamanan dan kelompok etnis dari luar provinsi.

BLA setelah mengeklaim serangan tersebut menuntut pertukaran tahanan dengan pasukan keamanan pemerintah.

Penumpang yang melarikan diri atau dibebaskan BLA menceritakan, terjadi kepanikan di dalam kereta saat orang-orang bersenjata masuk, memeriksa kartu identitas, dan menembak tentara, tetapi membebaskan beberapa keluarga.

“Mereka meminta kami keluar dari kereta satu per satu. Mereka memisahkan wanita dan meminta mereka pergi. Mereka juga membiarkan orang-orang tua,” kata Muhammad Naveed, yang berhasil melarikan diri.

“Mereka bilang kami tidak akan disakiti. Ketika sekitar 185 orang keluar, mereka memilih orang-orang dan menembaki mereka.”

Terjebak di Terowongan

Sebelumnya diberitakan Kompas, sebuah serangan bersenjata mengguncang Pakistan barat daya pada Selasa (11/3/2025) ketika kelompok separatis menyerang kereta Jaffar Express yang membawa sekitar 400 penumpang.

Insiden ini terjadi di dalam terowongan saat kereta sedang dalam perjalanan dari Quetta ke Peshawar.

Kelompok Tentara Pembebasan Baloch (BLA) mengeklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.