ACEH (Lentera) -Puluhan narapidana Lapas Kelas II B Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, kabur menjelang berbuka puasa, Senin (10/3/2025).
Berdasarkan video warga yang beredar, para tahanan itu tampak lari secara bergerombolan. Mereka memanjat pintu pagar depan yang lepas.
Tampak lalu lintas di depan lapas macet dan mereka berhamburan hingga beberapa di antaranya terlihat menghadang pengguna jalan yang lewat di depan lapas.
Kasatreskrim Polres Aceh Tenggara, Iptu Bagus Pribadi, membenarkan kejadian itu.
“Lagi mengamankan ini (narapidana kabur),” katanya singkat saat dikonfirmasi via WhatsApp.
Salah seorang warga Aceh Tenggara, Eko Saputra, mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 18.20 WIB.
“Iya, mereka kabur secara beramai-ramai, kabarnya kabur lewat atap lapas,” katanya saat dikutip dari Kompas.
Eko menyebutkan, dirinya tidak mengetahui secara pasti jumlah mereka yang kabur.
Namun, dari puluhan napi itu kini sudah ada yang diamankan.
“Informasi tadi ada sekitar 10 orang sudah diamankan,” ujarnya.
Penyebab Napi melarikan diri
Sementara itu didapat kabar 52 narapidana di Lapas II B Kutacaneyang melarikan akibat para narapidana kecewa karena makanan.
Hal tersebut di ungkapkan oleh Bupati Aceh Tenggara M. Salim Fakhry, di depan para wartawan, Senin 10 Maret 2025 usai menemui para narapidana di dalam Lapas II B Kutacane.
“Anggaran makan di Lapas Kelas II B Kutacane hanya 20 Ribu per hari,” ucapnya.
Selain over kapasitas kata Fakhry, mereka kecewa dikarenakan makanan tiap harinya.
“Tadi keluhan para napi di dalam sudah di jawab sama Kalapas II B Kutacane,” katanya, mengutip lintasgayo.
Fakhry juga mengimbau kepada narapidana pidana yang melarikan diri agar secepatnya menyerahkan diri.
Pihak kepolisian sudah minta bantuan Brimob dari Gayo Lues. “InsyaAllah Brimob dari Gayo Lues besok sudah sampai di Kutacane,” ujarnya.
Terkait over kapasitas penghuni Lapas, Salim mengatakan beberapa waktu lalu Pemkab sudah menandatangani tanah hibah untuk merelokasi Rutan Kelas II B Kutacane.
Editor: Arifin BH