03 April 2025

Get In Touch

Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris, Mahasiswa ITS Buat Paltform ‘English Check’

Dari kiri ke kanan: Khairunnisa Rahmahdani Danang, Kohan Gunawan, dan Aldiez Rizkia Centrinova selaku Co-Founder dan Founder English Check dari I
Dari kiri ke kanan: Khairunnisa Rahmahdani Danang, Kohan Gunawan, dan Aldiez Rizkia Centrinova selaku Co-Founder dan Founder English Check dari I

SURABAYA (Lentera)- Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat platform pembelajaran bahasa Inggris bernama English Check.

Platform berbasis komunitas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris pelajar dengan metode pembelajaran yang sistematis dan efektif.

Co-Founder English Check Khairunnisa Rahmahdani Danang mengatakan, bahasa Inggris sebagai bahasa internasional perlu dikuasai karena memiliki peran krusial di era globalisasi.

Menurutnya, belajar bahasa Inggris seharusnya dapat diakses oleh semua orang, tanpa terkendala biaya kursus yang mahal. “Untuk itu, kami hadir untuk membantu mahasiswa belajar bahasa Inggris secara gratis,” ucap mahasiswa yang akrab disapa Ica ini, Rabu (5/3/2025).

Mahasiswi Departemen Teknik Informatika ITS ini menjelaskan, program English Check dapat diikuti oleh mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya.

“Pembelajaran akan berlangsung setiap akhir pekan dengan materi yang disesuaikan untuk setiap kelas dan anggotanya. Kami menyediakan modul untuk 16 kali pertemuan,” jelasnya.

Ica menuturkan, English Check menawarkan dua jenis kelas, yaitu Free English Class dan English Check for Model United Nations (MUN). Free English Class berfokus pada dasar-dasar bahasa Inggris, seperti part of speech, phrase, sentence structure, tenses, dan clause.

“Kelas tersebut juga melatih peserta dalam mengerjakan soal tes kompetensi bahasa Inggris dengan tips dan trik yang telah dirancang oleh tutor English Check,” tuturnya.

Sementara English Check for MUN baru akan dimulai pada November mendatang setelah seluruh pertemuan kelas reguler selesai. Program ini dirancang untuk membantu peserta dalam aspek berpikir kritis dan public speaking, terutama dalam konteks simulasi sidang MUN.

“Dengan demikian, peserta juga mampu menggunakan bahasa Inggris dalam diskusi akademik dan profesional,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, program yang berjalan sejak Februari 2025 ini diselenggarakan pada dua lokasi, yakni di Taman Baca Masyarakat (TBM) Universitas Airlangga dan Kelurahan Keputih.

Di samping pembelajaran secara luring, ia mengungkapkan bahwa English Check tengah mengembangkan sistem pembelajaran berbasis website untuk memperluas jangkauan program.

Dengan hadirnya platform ini, ia berharap English Check dapat lebih meluas, tak hanya di Surabaya tetapi juga di kota lain.

“English Check ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa ITS dalam dunia pendidikan dan pengembangan diri,” harapnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.