04 April 2025

Get In Touch

Respons Siswa di Sumenep Setelah MBG Dihentikan, Ada yang Sedih dan Berharap Dapat Lagi

Siswa di SDN Pandian 1 saat menerima menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di kelasnya (Kompas)
Siswa di SDN Pandian 1 saat menerima menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di kelasnya (Kompas)

SUMENEP (Lentera) -Beragam respons disampaikan para siswa setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur resmi dihentikan pada Senin (17/2/2025) hari ini. 

Nizam Almalika Wijaya, siswi kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Sumenep, Desa Pandian, Kecamatan Kota misalnya, mengaku sudah tahu bahwa makan bergizi gratis yang biasa dia terima setiap hari telah dihentikan.

Ia sempat sedih karena tidak lagi bisa makan bersama dengan teman-temannya di sekolah. Namun, dia mengaku masih bisa sarapan di rumah.

“Sudah tahu kalau dihentikan. Perasaannya sedih, tapi enggak apa-apa, masih bisa sarapan di rumah,” kata Malika saat ditemui di halaman sekolahnya, Senin (17/2/2025).

Malika menyampaikan, dengan adanya Makan Bergizi Gratis, sebenarnya ia bisa lebih hemat. 

“Iya, dengan makan gratis, uang saku jadi lebih hemat,” ujar dia.

Sebelum menerima makan bergizi gratis, mayoritas kawannya sudah sarapan di rumah masing-masing.

Hanya ada sedikit dari mereka yang membawa bekal ke sekolah.

Siswa yang tidak membawa bekal karena tidak ingin tasnya berat.

Ada juga yang karena orangtua mereka tidak biasa membuatkan sarapan saat pagi hari.

Malika berharap, MBG segera dimulai lagi agar semua siswa bisa makan lagi di sekolah.

“Harapannya bisa dimulai lagi,” ucap dia.

Sementara itu, siswi kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Sumenep, Alesha Salsabela mengaku pernah menerima makan bergizi gratis.

Namun, sejak program itu dihentikan, dia kembali sarapan di rumahnya. Dia juga berharap makan bergizi gratis dimulai kembali.

“Berharap ada lagi,” kata dia, sebagaimana dikutip Kompas.

Sebanyak 2.965 siswa di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tidak lagi menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebab, mulai hari ini, Senin (17/2/2025), program pemerintah itu resmi dihentikan.

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.