
SURABAYA (Lentera)- Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Johari Mustawan melakukan kegiatan reses di Dukuh karangan Tengah RW 3 Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, Surabaya.
Dalam kegiatan reses kali ini, Johari menyampaikan program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya selama 5 tahun ke depan. Salah satunya adalah kegiatan berbasis RW.
Menurutnya, kegiatan berbasis RW ini merupakan kegiatan transformasi supaya masyarakat mudah mengakses layanan publik.
"Layanan publik agar mudah di akses maka layanan publik berpusat di RW. Ketika layanan publik berpusat di RW, maka penguatan di RW harus lebih maksimal dan penganggarannya harus cukup," ucapnya, Jumat (14/2/2025).
Johari menjelaskan, di Surabaya terdapat lebih dari 1.300 RW. Adanya ribuan RW tersebut diharapkan memiliki Posga (Posyandu Keluarga) dengan enam dimensi layanan mulai dari pendidikan, kesehatan, perumahan rakyat, pekerjaan umum, ketertiban, kemanana dan kenyamanan masyarakat, hingga sosial.
"Jadi berdasarkan Permendagri No 13 tahun 2024. Bahwa posga itu meliputi enam dimensi tadi. Jadi semua kementerian dan semua dinas harus berkolaborasi untuk mensukseskan posyandu keluarga tersebut sehingga ini menjadi sebuah layanan publik yang berbasis RW," jelasnya.
Terkait posga di RW, Politisi dari PKS ini mendapatkan keluhan masyarakat terkait alat-alat kesehatan yang belum mencukupi. Untuk itu, pihaknya berharap Pemkot dapat memberikan alat-alat kesehatan untuk memaksimalkan program Posga di RW.
"Misal peralatan kesehatan seperti tensi, timbangan bayi agar diberikan kepada posga-posga yang sudah terdaftar di kelurahan atau Pemkot. Lalu alat pelindung diri (APD). Misalnya kalau datang kunjungan rumah ke yang memilili sakit TBC itu harus ada APD sepeti masker dan sebagainya yang disiapkan oleh Pemkot," tuturnya.
Di samping itu, Johari juga menyoroti terkait program makanan tambahan (PMT) yang hanya disiapkan selama 8 bulan. "Padahal kita membutuhkan 1 tahun 12 bulan. Dan PMT juga untuk balita. Itu perlu dievaluasi lagi," tambahnya.
Ia pun berharap, Posga di balai RW ini tidak hanya untuk lansia dan balita saja. Tetapi juga untuk bayi, balita, ibu hamil menyusui, usia produktif, dan lansia. "Sehingga siklus itu harus benar-benar disiapkan termasuk kecukupan tenaga. Dari pihak Dinkes dan puskesmas yang mensupport untuk kegiatan kesehatan di posga ini," harapnya.
Reporter: Amanah/Co-Editor: Nei-Dya