
SURABAYA (Lentera)- Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni menggelar jaring aspirasi masyarakat di Kecamatan Sawahan, Surabaya.
Dalam kesempatan itu, Fathoni mendapatkan keluhan masyarakat terkait Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) agar diadakan lagi.
Seperti diketahui, program Pemerintah Pusat soal PTSL ini dianggap mampu memudahkan masyarakat dalam mensertifikatkan tanah yang dimiliki sehingga mendapatkan kepastian hukum atas tanah yang ditempati, untuk itu program ini diharapkan diperluas lagi cakupannya.
Tokoh masyarakat Sawahan, Setyo Nugroho mengatakan, Kecamatan Sawahan Surabaya merupakan salah satu daerah di kota Surabaya yang penduduknya padat.
Ia menyebut, jika sebelumnya sempat ada program PTSL di beberapa Kelurahan dam warga memanfaatkan momen tersebut untuk mensertifikatkan rumah yang dimiliki, namun kuotanya memang tidak sebanding dengan jumlah pemohonnya.
“Kami berharap program PTSL diadakan lagi, dan diperbanyak kuotanya, agar warga bisa memanfaatkan program tersebut, apalagi ada isu di media sosial bahwa Petok D akan dianggap tidak berlaku lagi ditahun 2026," kata Setyo, Jumat (14/2/2025).
Menurutnya, ada beberapa dokumen warga yang mengurus program PTSL namun belum selesai karena ada beberapa kendala seperti dokumen waris dan lain sebagainya berharap segera dikembalikan ke pemiliknya, mengingat waktu itu beberapa dokumen dikumpulkan secara kolektif kepada koordinator yang mengurus.
“Warga yang sertifikatnya belum jadi, khawatir dokumen yang telah diserahkan disalahgunakan untuk kepentingan lain, mengingat ada praktek mafia tanah dan praktek pinjaman online yang meresahkan masyarakat," jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni mengatakan, program PTSL yang ditanda tangani melalui SKB 3 Mentri dan diperkuat dengan Peraturan Mentri Agraria Nomor 6 tahun 2018 merupakan ikhtiar Pemerintah untuk memberikan kepastian hukum kepada warga atas tanah yang dimiliki secara Cuma-Cuma.
“Program PTSL adalah jawaban atas keresahan masyarakat yang mengurus dokumen pertanahan lama dan berbiaya tinggi, sehingga Pemerintah meluncurkan program ini, agar beban masyarakat menjadi ringan," ungkapnya.
Terkait dengan usulan agar kuota program PTSL di perluas, Politisi dari Partai Golkar ini mengatakan, karena itu program Pemerintah pusat, maka pihaknya akan menyampaikan harapan warga tersebut ke Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir yang juga mewakili daerah pemilihan Surabaya dan Sidoarjo, serta Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Sarmudji yang merupakan politisi kelahiran Surabaya.
“Alhamdulillah Menteri ATR BPN adalah salah satu kader terbaik Partai Golkar Gus Nusron Wahid, mudah-mudahan Pak Adies dan Pak Sarmudji pas ketemu bisa mendorong keinginan warga Sawahan ini, sehingga warga Surabaya bisa mendapatkan kesesuain antara data fisik dengan data juridis atas tanah yang dimilikinya," tutupnya.
Reporter: Amanah/Co-Editor: Nei-Dya