04 April 2025

Get In Touch

Beijing Kritik Keras AS: Protes Tarif Impor hingga Layanan Pos AS 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian

BEIJING (Lentera) - Kementerian Luar Negeri China meminta agar Amerika Serikat berhenti untuk melakukan politisasi isu-isu ekonomi. Kritikan dilontarkan terkait layanan pos hingga tarif impor. 

"Kami menyerukan kepada AS untuk berhenti mempolitisasi dan menjadikan isu-isu perdagangan dan ekonomi sebagai senjata, dan berhenti mengejar perusahaan-perusahaan China tanpa alasan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (5/2/2025).

USPS disebut menangguhkan sementara paket dari China dan Hong Kong. Ini setelah Presiden Donald Trump memutuskan tarif dagang yang digunakan oleh pengecer termasuk aplikasi "e-commerce" Temu dan Shein asal China untuk mengirimkan paket bernilai rendah bebas bea ke AS.

"China juga akan terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membela hak-hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan China dengan tegas," tambah Lin Jian.

Informasi di situs web perusahaan itu menyatakan, surat-surat dengan dimensi maksimal 15 inci (38 cm) atau tebal 3/4 inci tidak akan terpengaruh oleh penghentian tersebut.

Hal tersebut menyusul penerapan tarif tambahan 10 persen yang diterapkan pemerintahan Donald Trump atas barang-barang dari China setelah Trump menyebut Beijing tidak berbuat cukup banyak untuk menghentikan aliran fentanil sebagai bahan utama opioid sintesis berbahasay sekaligus penyebab utama overdosis obat di AS.

Pemasok fentanil dari China disebut menggunakan ketentuan bebas bea untuk barang-barang senilai 800 dolar (Rp 13 juta) atau kurang dari jumlah tersebut untuk masuk ke AS dan mengekspor bahan kimia fentanil dengan menyamarkannya sebagai produk elektronik dan barang berbiaya rendah lainnya.

Laporan dari Komite Kongres AS untuk China pada Juni 2023 menyebutkan, hampir setengah dari semua paket ke AS yang tergolong dalam ketentuan pajak "de minimis" dikirim dari China.

Pajak "de minimis" adalah pajak terhadap barang atau transaksi bernilai sangat kecil atau tidak signifikan yang meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir saat raksasa "e-commerce" China seperti Shein dan Temu, menggunakan celah tersebut untuk menjangkau jutaan konsumen di AS.

Shein dan Temu disebut kemungkinan menyumbang lebih dari 30 persen dari seluruh paket yang dikirim ke AS setiap hari melalui ketentuan "de minimis".

AS Disebut Keliru soal Fentanil

"China telah memberikan dukungan kepada AS terhadap masalah fentanil dengan semangat kemanusiaan. Atas permintaan AS, China mengumumkan pada 2019 keputusan untuk secara resmi menjadwalkan zat-zat terkait fentanil sebagai substansi narkoba, kami adalah negara pertama di dunia yang melakukannya," tegas Lin Jian.

"China adalah salah satu negara terkeras di dunia dalam penanggulangan narkotika baik dari segi kebijakan maupun implementasi. Fentanil adalah masalah bagi AS dan akar penyebabnya terletak pada negara itu sendiri," imbuhnya. 

Dalam beberapa tahun terakhir, China, menurut Lin Jian telah melakukan kerja sama antinarkotika praktis dengan pihak AS secara luas.

"Prestasi yang telah kami buat dapat dilihat oleh semua orang di berbagai bidang seperti pengaturan zat-zat terkait narkoba, pembagian informasi intelijen, kerja sama pada kasus-kasus individual, penghapusan iklan daring, pertukaran teknologi pengujian narkoba dan interaksi multilateral," tambah Lin Jian.

Namun, terlepas dari prestasi China dalam kerja sama antinarkotika, Lin Jian mengungkap AS tetap ingin untuk mengenakan tarif tambahan sebesar 10 persen pada impor China dengan dalih masalah fentanil.

"China dengan tegas menyesalkan dan menentang langkah ini dan telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mempertahankan hak dan kepentingan kami yang sah. Menjadikan pihak lain kambing hitam tidak dapat menyelesaikan masalah," ungkap Lin Jian.

Lin Jian menegaskan perang dagang dan tarif tidak akan menghasilkan pemenang."Menekan atau mengancam China bukanlah cara yang tepat untuk terlibat dengan kami. Mengurangi permintaan domestik terhadap obat-obatan terlarang dan meningkatkan kerja sama penegakan hukum merupakan solusi mendasar bagi krisis fentanil di AS. China akan dengan tegas mempertahankan hak dan kepentingan kami yang sah," tambah Lin Jian.

Lin Jian menyebut dalam percakapan telepon antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump pada 17 Januari, China telah menjelaskan posisi dan prinsipnya dengan jelas.

"Kedua pihak telah mencapai kesepahaman bersama pada prinsipnya tentang keterlibatan dalam kerja sama yang saling menguntungkan. Yang dibutuhkan sekarang bukanlah kenaikan tarif sepihak, tetapi dialog dan konsultasi yang setara dengan rasa saling menghormati," kata Lin Jian.

Co-Editor: Nei-Dya/berbagai sumber

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.