04 April 2025

Get In Touch

Dosen Unair Jadi Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO

Dosen Departemen Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Igak Satrya Wibawa SSos MCA PhD, resmi terpilih sebagai Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO.
Dosen Departemen Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Igak Satrya Wibawa SSos MCA PhD, resmi terpilih sebagai Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO.

SURABAYA (Lenteratoday) - Dosen Departemen Komunikasi Universitas Airlangga (Unair), Igak Satrya Wibawa SSos MCA PhD, resmi terpilih sebagai Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO.

Igak mengatakan, kepercayaan yang diberikan kepadanya merupakan bentuk tanggung jawab baik secara pribadi maupun kepada Unair. 

Menurutnya, penunjukan itu dilakukan melalui proses seleksi internal oleh Sekretariat Jenderal. Namun, keputusan untuk menerima tawaran tersebut juga melibatkan diskusi mendalam dengan keluarga dan kolega pengajar di Departemen Komunikasi Unair.

“Keluarga menjadi pertimbangan besar dalam setiap langkah karir saya. Proses perpindahan tugas ke negara lain tidak hanya melibatkan saya, tetapi juga keluarga, terutama anak-anak yang harus menyesuaikan diri dengan suasana baru. Meski ada rasa berat meninggalkan keluarga besar Komunikasi Unair, saya berharap kesempatan ini dapat memberikan manfaat luas bagi lingkungan di sekitar saya,” kata Igak, Rabu (22/1/2025).

Sebagai akademisi dengan latar belakang komunikasi, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ini juga memiliki banyak pengalaman di bidang hubungan internasional. 

Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Atase Pendidikan di KBRI Singapura dan berkontribusi mendirikan Kantor Urusan Internasional atau Airlangga Global Engagement (AGE) Unair. 

“Latar belakang ini sangat membantu saya dalam menjalankan komunikasi multilateral antar negara dan budaya. Saya percaya bahwa kebijakan yang baik terjadi karena kualitas komunikasi antar individu yang melaksanakannya. Selain itu, saya berencana memanfaatkan media digital sebagai prioritas untuk menjalin komunikasi dengan para stakeholder di UNESCO,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga menegaskan pentingnya mempertahankan dan melestarikan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO, seperti batik dan Reog Ponorogo. 

“Langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan keputusan UNESCO dengan melestarikan budaya tersebut. Kita perlu memberikan dukungan kepada para seniman lokal dan melibatkan generasi muda dalam asosiasi budaya. Sebagai wakil Indonesia, saya ingin mendorong aktivasi dari capaian yang telah diraih sebelumnya,” tegasnya.

Untuk itu, Igak berpesan kepada mahasiswa dan dosen Unair tentang pentingnya keterlibatan dalam kancah internasional. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang melimpah. Jangan sampai masyarakat Indonesia hanya menjadi konsumen, sambungnya, tetapi harus mampu berkembang sebagai produsen untuk menguasai pasar.

“Keterlibatan internasional bukan hanya soal penampilan luar, tetapi bagaimana berkontribusi secara aktif pada isu global. Mari berkolaborasi, berdiskusi, dan melakukan aksi nyata untuk membahas isu-isu besar dunia,” pungkasnya.(*)

Reporter: Amanah | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.