PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan titah kepada Bos Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono untuk mengkaji ulang desain IKN. Hal ini usai penetapannya sebagai ibu kota politik yang ditargetkan terealisasi pada 2028. Artinya, pembangunan di IKN akan lebih difokuskan untuk gedung-gedung eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Untuk itu, Prabowo menyetujui anggaran untuk pembangunan tahap dua di IKN senilai Rp 48,8 triliun. Anggaran tersebut akan dipakai mulai 2025 hingga 2029 yang sumbernya dari APBN. Selain dari APBN, pembangunan IKN tahap dua ini juga akan dibiayai oleh Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sebesar Rp 60,239 triliun. Dana itu digunakan untuk membangun 97 tower apartemen dan 129 rumah tapak yang saat ini dalam proses feasibility study (FS) atau studi kelayakan. Apapun perubahannya yang pasti dataran hijau makin berkurang. Dalam sorotan Lembaga Antariksa Amerika Serikat (AS) atau National Aeronautics and Space Administration (NASA) terbaru, dirilis tampilkan perbedaan kenampakan wilayah IKN di tahun 2022 dan 2024. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2025/01/22012024.pdf
[3d-flip-book id="214463" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2025/01/22012024.pdf">