05 April 2025

Get In Touch

Maling Jeruk Jadi Sasaran Amukan Warga di Kota Batu

Viral di media sosial maling jeruk dihajar massa. (dok. istimewa)
Viral di media sosial maling jeruk dihajar massa. (dok. istimewa)

BATU (Lenteratoday) - Seorang residivis berinisial N kembali berurusan dengan hukum setelah tertangkap basah mencuri hampir satu karung jeruk di Dusun Durek, Desa Giripurno, Kota Batu, Senin (20/1/2025) malam. Amarah warga yang sudah lama kesal dengan aksi pencurian serupa memuncak, hingga sepeda motor mikik pelaku dibakar di lokasi kejadian.

Aksi pencurian ini terjadi saat N memasuki kebun jeruk milik Karman, salah satu warga Desa Giripurno. Warga yang mencurigai gerak-gerik pelaku mulai mengawasi sejak ia datang ke area kebun menggunakan sepeda motor. Kecurigaan warga terbukti saat N terlihat membawa sebuah karung besar berisi jeruk dari dalam kebun.

"Yang dicuri ini hampir satu karung ukuran 50 kilogram, bukan cuma satu atau dua buah. Kasus pencurian seperti ini sering terjadi di musim panen jeruk," ujar Kepala Desa Giripurno, Suntoro, Selasa (21/1/2025).

Suntoro menjelaskan, warga saat itu segera bertindak dengan mengempeskan ban sepeda motor pelaku untuk mencegahnya kabur. Saat diinterogasi, menurutnya pelaku tidak mengakui perbuatannya, sehingga memancing kemarahan warga.

"Pak Kasun dan linmas sudah mencoba melerai, tetapi massa terlalu banyak dan emosi tidak bisa dikendalikan," kata Suntoro. Menurutnya, pelaku yang mengalami luka-luka akibat diamuk massa kemudian diamankan ke rumah kepala dusun setempat.

"Pelaku ini ternyata residivis pernah masuk penjara sebelumnya, kasus curanmor kalau tidak salah. Saya juga sudah menghubungi Kepala Desa Tawangargo dan beliau berterimakasih karena pelaku ini sering membikin onar atau resah di daerah tempat tinggalnya," ungkap Suntoro.

Diakuinya, kejadian ini membuat warga Giripurno semakin waspada terhadap aksi pencurian, terutama menjelang masa panen. Suntoro juga menghimbau seluruh warga untuk aktif menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

"Kami minta warga ikut melaksanakan siskamling secara gotong royong, jangan hanya mengandalkan petugas linmas. Keamanan kebun harus jadi tanggung jawab bersama," tegas Suntoro. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.