
TRENGGALEK (Lenteratoday) - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag) Kabupaten Trenggalek menghadapi tantangan berat di tahun 2025 setelah gagal memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2024.
Dengan realisasi Rp 2,92 miliar dari target Rp 3,01 miliar, Diskomidag bertekad melakukan evaluasi besar untuk meningkatkan kinerja.
Kepala Diskomidag, Saniran, menjelaskan bahwa capaian PAD yang hanya mencapai 98,89 persen dari target tersebut disebabkan oleh berbagai kendala, salah satunya kondisi sektor ekonomi yang belum optimal.
"Jumlah yang tercatat pada akhir tahun adalah Rp 2,92 miliar, yang sedikit kurang dari target yang telah ditetapkan,” jelas Saniran, Senin (20/1/2025).
Menurutnya, terdapat ketidaksesuaian antara perencanaan dan realitas potensi yang ada di lapangan, yang menjadi faktor utama kegagalan pencapaian PAD.
"Rencana yang kami buat ternyata tidak sesuai dengan potensi yang sebenarnya ada, yang mengakibatkan target PAD tidak tercapai,” ungkapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Diskomidag berencana melakukan pembenahan dengan memvalidasi kembali potensi PAD yang ada, serta memberikan dukungan ekstra kepada petugas di pasar-pasar.
"Pada 2024, tanpa adanya tim insidental, capaian PAD bisa lebih buruk. Kami juga akan memperkuat kerjasama dengan paguyuban untuk meningkatkan pengelolaan PAD ke depannya,” tandas Saniran.
Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH