05 April 2025

Get In Touch

Kasus PMK di Pamekasan Mencapai 404 Kasus

Ilustrasi hewan ternak sapi.
Ilustrasi hewan ternak sapi.

PAMEKASAN (Lenteratoday) - Jumlah kasus Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) di Kabupaten Pamekasan sudah mencapai 404 ekor sapi yang terserang. Selain itu ada puluhan ekor sapi yang mati dan disembelih paksa.

"Hingga 15 Januari 2024 ini tercatat sebanyak 404 ekor sapi telah terjangkit PMK," kata Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pamekasan Slamet Budiharsono, di Pamekasan, dilansir dari Antara, Jumat (17/1/2025).

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa dari puluhan ekor sapi yang mati tersebut terdiri dari 19 ekor sapi mati, 16 ekor sapi dilakukan penyembelihan paksa.

Slamet menjelaskan, sebagai upaya untuk mengatasi penyebaran PMK, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, telah menerima bantuan 7.000 dosis vaksin.

"Vaksin dari Pemprov Jatim ini kami terima kemarin dan secepatnya akan kami distribusikan ke masing-masing kecamatan," kata Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pamekasan Slamet Budiharsono, di Pamekasan, Kamis (16/1/2025).

Ia menjelaskan, ribuan vaksin itu nantinya akan disebarkan secara merata di empat titik pusat kesehatan hewan (puskeswan) yang ada Kabupaten Pamekasan, yakni di Kecamatan Waru, Pakong, Galis, dan Kecamatan Pamekasan.

"Setelah itu, baru akan dilakukan pendistribusian ke setiap daerah yakni ke masing-masing kecamatan di Pamekasan," katanya.

DKPP Pamekasan telah menerjunkan delapan dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan pada sapi-sapi warga yang dilaporkan sakit.

"Sejak kemarin kami juga rutin melakukan penyemprotan ke pasar-pasar hewan yang ada di Pamekasan, termasuk mendatangi secara langsung kandang sapi milik warga," katanya, menjelaskan.

Dilansir dari koranmadura, Slamet menyebutkan bahwa lonjakan kasus ini dipengaruhi oleh perubahan iklim dari musim kemarau ke musim hujan, serta penularan dari sapi yang terinfeksi.

“Untuk mencegah penyebaran virus, peternak perlu memastikan lingkungan kandang bersih dan rutin menyemprotkan desinfektan. Jika memungkinkan, peternak dapat menggunakan desinfektan sederhana seperti pemutih (Bayclin) secara mandiri,” ujar Slamet pada Kamis, (16/1/2025). (*)

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.