05 April 2025

Get In Touch

Rakernas BPDSI, Bank Pembangunan Daerah Harus Adaptif terhadap Kemajuan Teknologi

Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono, memberikan arahan dalam Seminar Nasional dan Rakernas FKDK BPDSI di Kota Malang, Kamis(16/1/2025). (Santi/Lenteratoday)
Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono, memberikan arahan dalam Seminar Nasional dan Rakernas FKDK BPDSI di Kota Malang, Kamis(16/1/2025). (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) - Bank Pembangunan Daerah (BPD) harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi, untuk menghadapi tantangan era digitalisasi.

Hal ini disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono saat menghadiri Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional Forum Komunikasi Dewan Komisaris (FKDK) Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (BPDSI), Kamis(16/1/2025). Menurutnya forum ini sangat strategis, untuk memperkuat peran dan kontribusi BPD di tengah perkembangan zaman.

“Forum ini sangat penting karena membahas isu-isu terkini terkait perbankan, memberikan masukan kebijakan, serta langkah-langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan kinerja BPD,” ujar Adhy.

Adhy juga memfokuskan isu digitalisasi sebagai tantangan utama yang dihadapi BPD saat ini, ia mengingatkan perkembangan teknologi informasi, dan kecerdasan buatan (AI) membawa peluang besar namun juga ancaman berupa kejahatan siber.

“Cybercrime menjadi salah satu ancaman utama bagi sektor perbankan. Oleh karena itu, penguatan sistem keamanan, peningkatan kapasitas IT, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) harus menjadi prioritas. SOP yang efektif, baik sebelum maupun sesudah kejadian, juga sangat penting untuk diterapkan,” jelas Adhy.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi perlunya transformasi layanan perbankan yang lebih modern, termasuk penggunaan aplikasi berbasis digital seperti mobile banking.

Selain isu teknologi, Adhy juga menyoroti pentingnya menjaga profesionalisme BPD di tengah dinamika politik, khususnya menjelang pergantian kepala daerah. Menurutnya, kesinambungan manajemen antara direksi dan komisaris menjadi kunci agar BPD tetap fokus pada kinerja dan tidak terpengaruh oleh situasi politik.

Dalam kesempatannya ini, Adhy juga memaparkan kontribusi signifikan Bank Pembangunan Daerah di Jawa Timur, yakni Bank Jatim terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, Bank Jatim mampu menyumbang hampir Rp 420 miliar setiap tahun, menjadikannya salah satu sumber pendapatan terbesar di luar pajak dan retribusi.

“Selain itu, kabupaten dan kota juga mendapatkan manfaat dari pembagian hasil saham Bank Jatim, sehingga peluang untuk meningkatkan PAD masih terbuka lebar,” jelasnya.

Adhy menambahkan ekosistem perekonomian di Jawa Timur yang kuat memberikan peluang besar bagi pemerintah daerah, untuk memanfaatkan sektor perbankan dan investasi guna meningkatkan pendapatan.

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.