05 April 2025

Get In Touch

PMK Makin Banyak di Lamongan, Pemkab akan Distribusikan 7.050 Dosis Vaksin

Bupati Lamongan (tengah) Yuhronur Efendi didampingi Forkopimda setempat melakukan vaksinasi PMK di kadang peternak. (Foto: Istimewa)
Bupati Lamongan (tengah) Yuhronur Efendi didampingi Forkopimda setempat melakukan vaksinasi PMK di kadang peternak. (Foto: Istimewa)

LAMONGAN (Lenteratoday) - Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi di Lamongan semakin meluas. Dalam lima hari ini ada penambahan 297 ekor sapi terserang PMK. Terakhir tercatat ada 824 ekor sapi terdata terjangkit PMK, sementara lima hari lalu baru 527 ekor sapi terjangkit PMK.

Forkopimda Lamongan memberikan perhatian ekstra dengan memberikan vaksinasi pada sapi yang sehat dan mengkarantina sapi yang sakit, selain menutup pasar hewan sampai waktu yang belum ditentukan.

Dilansir dari tribunejatim.com, Rabu (15/1/2025), Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, bersama Kapolres Lamongan, AKBP Bobby A Condroputra, Dandim 0812 Letkol Arm Ketut Wira Purbawan didampingi Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan, Shofiah Nurhayati untuk kali kedua dalam sepekan ini melakukan vaksinasi di kandang peternakan sapi, Rabu (15/1/2025).

"Upaya vaksinasi terus kami lakukan. Sebanyak 7.050 dosis vaksin bantuan dari pusat akan diberikan kepada seluruh peternak rakyat yang ada di Kabupaten Lamongan," ujarnya
usai melakukan vaksinasi PMK di kandang peternak H.Suwito di Desa Balongwangi, Kecamatan Tikung, Lamongan, dilansir dari antara, Rabu (15/1/2025).

Yuhronur mengatakan selain di Kecamatan Tikung nantinya vaksinasi PMK juga dilakukan di wilayah pusat kesehatan hewan (Puskeswan) Kecamatan Sukodadi dan Solokuro. "Seiring dengan pemberian vaksin, kami juga melakukan sosialisasi bahwa kasus PMK pada sapi bisa disembuhkan," katanya.

Ia menyebutkan untuk hari ini terdapat 75 ekor sapi yang telah divaksinasi sehingga total 810 ekor sapi sejak awal Januari 2025.

Pada kesempatan yang sama, jajaran Forkopimda Lamongan turut melakukan penyemprotan disinfektan untuk sterilisasi di Pasar Hewan Tikung yang saat ini sudah resmi ditutup.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres), AKBP Bobby A Candra Putra, menyebutkan kematian PMK saat ini sudah mencapai 10 persen dari total angka yang suspek.

"Ini artinya peluang kesembuhan tinggi. Tercatat ada 220 ternak yang sudah berhasil sembuh dari suspek PMK. Dengan upaya yang sudah kami lakukan, kami yakin PMK bisa sembuh," ujar Bobby.

Komandan Kodim 0812 Letkol Arm Ketut Wira Purbawan mengimbau kepada peternak agar tanggap terhadap kondisi ternaknya sehingga tidak ada sapi yang telat untuk ditangani. (*)

Editor : Lutfiyu Handi/berbagai sumber

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.