
SURABAYA (Lenteratoday) – Melonjaknya harga cabai di pasaran kembali menjadi sorotan. Meski harga cabai rawit di Jawa Timur yang sempat menembus Rp100 ribu per kilogram kini berangsur turun. Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Ony Setiawan, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera turun tangan untuk mengendalikan situasi ini.
"Cabai bukan hanya kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi bahan baku utama bagi UMKM di sektor makanan. Pemerintah harus segera mengambil langkah konkret agar lonjakan harga ini tidak mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat," ungkapnya Selasa (14/01/2024).
Politisi PDI Perjuangan tersebut menyebutkan bahwa faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama kenaikan harga cabai. Tingginya curah hujan belakangan ini membuat petani cabai mengalami penurunan hasil panen, bahkan sebagian mengalami gagal panen.
"Kondisi alam memang tidak bisa kita kendalikan, tetapi dampaknya harus segera diantisipasi agar tidak terlalu memukul petani dan konsumen," tegasnya.
Selain faktor cuaca, Ony menduga adanya permainan kartel yang turut memperparah situasi. Ia menyebut adanya indikasi para pemilik modal besar membeli cabai langsung dari petani dalam jumlah besar dan menahan distribusinya untuk menaikkan harga di pasaran.
"Ini adalah praktik yang merugikan banyak pihak. Pemprov harus benar-benar memastikan tidak ada permainan distribusi yang dilakukan oleh kartel atau pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dari situasi ini," imbuhnya.
Untuk itu, Ony menekankan pentingnya koordinasi intensif antara Pemprov Jatim dan pemerintah kabupaten/kota. Menurutnya, pemantauan langsung di lapangan sangat diperlukan untuk mengetahui akar permasalahan dan memastikan tidak ada penyimpangan dalam rantai distribusi.
"Kerjasama ini penting agar langkah-langkah yang diambil lebih efektif dalam menekan harga cabai," tuturnya.
Lebih lanjut, menurut Ony, intervensi pemerintah tidak hanya sebatas stabilisasi harga, tetapi juga memberikan rasa tenang kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
"Jangan sampai lonjakan harga cabai ini membuat masyarakat panik, terutama para pelaku UMKM yang menggantungkan usahanya pada bahan pokok ini. Stabilitas harga cabai adalah kunci untuk menjaga perekonomian masyarakat tetap berjalan," pungkas Ony. (*)
Reporter: Pradhita | Editor : Lutfiyu Handi