
MALANG (Lenteratoday) - Stadion Gajayana Kota Malang akan ditutup selama lima bulan ke depan hingga awal Juni 2025. Penutupan ini dilakukan untuk mendukung pekerjaan renovasi jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi mengatakan renovasi bagian dalam stadion ini menelan anggaran sebesar Rp 10 miliar dari APBD 2025.
"Upacara pembukaannnya nanti juga dilaksanakan di stadion Gajayana. Di samping itu, stadion bagian dalam ini juga bagian dari venue pertandingan. Terutama untuk cabor atletik dan sepak bola sehingga memang sangat memerlukan untuk direnovasi, namun bukan rehab berat," ujar Baihaqi, ditemui di kantor DPRD Kota Malang, Selasa (14/1/2025).
Baihaqi menjelaskan, renovasi tersebut mencakup 4 pekerjaan utama, yakni pembangunan lintasan lari delapan jalur, pengecatan tribun dan pengecatan tampak depan stadion, perbaikan fasilitas ruang ganti dan toilet, serta pemasangan scoring board baru.
Baihaqi menambahkan, pembangunan lintasan lari menjadi prioritas utama karena akan digunakan untuk cabang olahraga atletik.
"Lintasan lari nanti dibuat pakai latex, mirip seperti di Gelora Bung Tomo, itu standarnya. Hasilnya nanti seperti itu. Jadi yang ada saat ini itu nanti dibongkar kurang lebih kedalaman 15 cm, kemudian dicor dengan standar minimal itu 8 cm, kemudian baru finishing untuk lintasan lari," jelasnya.
Baihaqi mengungkapkan, untuk mengakomodasi kebutuhan latihan atlet selama stadion ditutup, Disporapar telah berkoordinasi dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Malang. "Latihan akan dipindahkan ke fasilitas lain di luar (aset) Pemkot Malang, mungkin salah satunya lintasan lari di Universitas Negeri Malang (UM)," jelas Baihaqi.
Lebih lanjut, Baihaqi juga merinci anggaran Rp 10 miliar yang digunakan untuk pekerjaan renovasi tersebut. Menurutnya, sebesar Rp 5,4 miliar dialokasikan untuk pembangunan lintasan lari, Rp 3,1 miliar untuk pengecatan dan perbaikan fasilitas, Rp 999 juta untuk pengadaan scoring board yang menggunakan videotron, serta Rp 350 juta untuk pengadaan lampu stadion.
Dalam kesempatannya ini, Baihaqi menyebutkan beberapa pekerjaan seperti penggantian kursi tribun dan perbaikan rumput lapangan belum masuk dalam anggaran.
"Anggaran kami belum menjangkau. Untuk tribun nanti akan dicat saja, yang rusak itu dikerok agar catnya hasilnya bagus. Hanya pengecatan eksterior, tidak sampai penggantian kursi," kata Baihaqi.
Mengakhiri pernyataannya, Baihaqi juga memastikan waktu pekerjaan selama 5 bulan akan cukup untuk menyelesaikan pekerjaan renovasi sebelum penyelenggaran Porprov pada awal Juli 2025.
"Karena ini gak tidak ada pekerjaan berat, hanya pengecatan, kemudian kita fungsikan toiletnya. Paling yang butuh lumayan lama ya lintasan lari sama pengecatan, kurang lebih 4 bulanan," pungkasnya. (*)
Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi