05 April 2025

Get In Touch

Ratusan Sapi Positif PMK di Ngawi Dilaporkan Sembuh

Situasi pasar sapi di Kabupaten Ngawi di tengah kasus PMK.(Miftakhul/Lenteratoday)
Situasi pasar sapi di Kabupaten Ngawi di tengah kasus PMK.(Miftakhul/Lenteratoday)

NGAWI (Lenteratoday) - Sebanyak 381 dari 714 sapi, yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Ngawi dilaporkan sembuh.

Akumulasi data dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi, ada 714 kasus sapi terpapar PMK. Sapi yang mati sebanyak 91 ekor, dan yang dinyatakan sembuh 381 ekor.

"Kami terus berupaya untuk menyembuhkan sapi milik peternak, yang saat ini masih terkena PMK," kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi, Eko Yudo Nurcahyo, Selasa(14/1/2025).

Yudo mengatakan sebaran kasus PMK, telah terjadi menyeluruh di 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Ngawi. Pihaknya mengingatkan agar para peternak juga melakukan langkah preventif.

"Yang paling penting, memisahkan sapi sakit dengan yang sehat," katanya.

Dengan melihat realitas saat ini, Yudo menyebut kondisi PMK di Ngawi sudah zona merah. Meskipun pada dasarnya, belum ada keputusan yang menyatakan kondisi PMK di Kabupaten Ngawi.

Selain menjangkiti sapi, kasus PMK di Kabupaten Ngawi juga menjalar pada ternak kambing. Yudo menyebut saat ini dinas masih mendata, terkait sebaran kasus PMK pada kambing.

Dinas mendorong agar para peternak melakukan vaksinasi secara mandiri, untuk vaksinasi dari pemerintah daerah direncanakan awal bulan Februari 2025.

"Khusus sapi yang sehat, untuk sapi yang sakit kemudian divaksin itu beresiko," ujar Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi, Eko Yudo Nurcahyo.

Reporter: Miftakul FM/Editor: Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.