05 April 2025

Get In Touch

Kebakaran LA: Korban Jiwa Jadi 10 Orang, Tak Ada WNI

Dalam pemandangan yang ditangkap citra satelit menunjukkan banyaknya bangunan dan lahan hangus terbakar hingga tersisa puing-puing. (Ist)
Dalam pemandangan yang ditangkap citra satelit menunjukkan banyaknya bangunan dan lahan hangus terbakar hingga tersisa puing-puing. (Ist)

CALIFORNIA (Lenteratoday) -Departemen Koroner Los Angeles, Amerika Serikat, mengumumkan hingga Kamis (9/1/2025) malam waktu setempat jumlah korban jiwa akibat kebakaran Los Angeles bertambah menjadi 10 orang seperti dilansir Reuters, Sabtu (11/1/2025). Namun, proses identifikasi membutuhkan waktu berminggu-minggu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Roy Soemirat memastikan tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang tewas dalam kebakaran tersebut.

Saat ini, ada satu rumah WNI di Los Angeles yang hangus terbakar. Sementara sejumlah WNI dilaporkan sudah mengungsi ke titik-titik aman.

"Kami masih mendata lebih lanjut, tapi paling tidak data sementara yang kami miliki ada mungkin sekitar 97 warga negara Indonesia atau mungkin diaspora Indonesia yang bermukim di California yang tersebar di beberapa tempat itu terdampak kebakaran ini," ujar Roy. 

Kemlu, kata Roy, terus memantau situasi di Los Angeles, AS. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi apabila ada WNI yang terdampak lebih lanjut dari musibah ini.

"Saat ini terdapat tiga orang WNI yang sudah meminta bantuan untuk dievakuasi untuk sementara di KJRI. Sementara yang lainnya sekitar 97 WNI atau diaspora masih memutuskan untuk mencari tempat berlindung atau mendapatkan bantuan dari pihak-pihak otoritas setempat," jelasnya.

WNI yang kehilangan dokumen penting seperti paspor juga diharap segera melapor. 

Untuk WNI yang terdampak bencana kebakaran dan kehilangan dokumen perjalanan seperti paspor atau SPLP, KJRI Los Angeles diminta datang langsung ke KJRI sesuai jadwal untuk verifikasi data sebagai WNI.

"Setelah proses ini, dokumen perjalanan Anda akan segera diterbitkan. Pastikan Anda mengikuti setiap langkah dengan teliti demi kelancaran proses," demikian keterangan KJRI Los Angeles dikutip dari akun Instagram resmi @indonesiainla.

"Tetap waspada, jaga keselamatan, dan semoga situasi segera membaik."

Sejumlah kebakaran terjadi di beberapa wilayah California sejak Selasa (7/1/2025) , memicu evakuasi bagi ribuan warga. Kebakaran yang melanda lingkungan ikonik Los Angeles dan menghancurkan Hollywood Hills, sejauh ini menghancurkan hampir 10.000 bangunan.

Gubernur California Gavin Newsom mengatakan pada Jumat pagi 10 Januari 2025, bahwa Garda Nasional California telah tiba di Los Angeles untuk mencegah terjadinya penjarahan di wilayah evakuasi.

"TheCalGuard telah tiba di Los Angeles untuk mendukung penegakan hukum setempat. Mengambil keuntungan dari masyarakat yang dievakuasi benar-benar tindakan yang tidak masuk akal. Penjarahan tidak akan ditoleransi," kata Newsom di X.

Dilaporkan 20 orang telah ditangkap karena penjarahan, terutama di Hollywood.

Sementara itu, Badan Cuaca Nasional, Kamis, memberi peringatan tentang angin kencang dan kelembaban rendah yang dapat memperburuk kebakaran di California hingga Jumat.

Beberapa warga Pacific Palisades kembali ke daerah yang sudah tersapu tembok api. Cerobong asap bata menjulang di atas sampah yang hangus dan kendaraan yang terbakar.

“Kami masih hidup. Itu yang terpenting,” kata petugas keamanan swasta Bilal Tukhi sambil berjaga di luar rumah majikannya yang rusak. Ia mengatakan bahwa pemandangan itu mengingatkannya pada kampung halamannya, Afghanistan yang dilanda perang.

Hingga awal Jumat 10 Januari, lima titik api masih menyala.Kebakaran Palisades antara Santa Monica dan Malibu di sisi barat kota dan kebakaran Eaton di timur dekat Pasadena termasuk yang paling merusak dalam sejarah Los Angeles.

Kebakaran ini telah menghabiskan lebih dari 13.750 hektar lahan dan mengubah seluruh lingkungan menjadi abu.

Kebakaran di Palisades kini sudah terkendali sebesar 6 persen, sedangkan kebakaran di Eaton masih di luar kendali, menurut Departemen Kehutanan dan Perlindungan Kebakaran.

Sumber:kjri, Reuters, ist/Editor: Widyawati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.