05 April 2025

Get In Touch

PKK Kabupaten Kediri Minta Kader Cegah Tindakan Asusila di Kalangan Pelajar

Ketua TP PKK Kabupaten Kedir Eriani Annisa Hanindhito manghapus air mata yang menetes saat mendengar laporan masih terjadi tindakan asusila, perbuatan kekerasan seksual yang melibatkan kalangan pelajar di bawah umur hingga mengakibatkan anak hamil di luar
Ketua TP PKK Kabupaten Kedir Eriani Annisa Hanindhito manghapus air mata yang menetes saat mendengar laporan masih terjadi tindakan asusila, perbuatan kekerasan seksual yang melibatkan kalangan pelajar di bawah umur hingga mengakibatkan anak hamil di luar

KEDIRI (Lenteratoday) - PKK Kabupaten Kediri mendorong para kadernya mencegah tindakan asusila, perbuatan kekerasan seksual yang melibatkan kalangan pelajar di bawah umur. Hal itu seiring dengan adanya laporan tindakan asusila oleh anak-anak di bawah umur.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TPPKK) Kabupaten Kediri Eriani Annisa mengatakan langkah tersebut bisa dilakukan dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Sebelumnya saat Rapat Pengurus dan Pleno PKK Kabupaten Kediri di Pendopo Panjalu Jayati, Rabu (8/1/2025), ibu dua putri ini menerima laporan tindakan asusila oleh anak-anak di bawah umur. Mendengar laporan itu mengundang rasa prihatin Mbak Cicha atas insiden tersebut hingga meneteskan air mata.

“Saya dengar anak-anak bisa melakukan perbuatan seperti itu (tindak asusila). Kaget banget,” kata Mbak Cicha, saat Rapat Pengurus dan Pleno PKK Kabupaten Kediri di Pendopo Panjalu Jayati, Jumat (10/1/2025).

Menurutnya, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perbuatan menyimpang tersebut. Termasuk perkembangan teknologi yang masif, kurangnya bimbingan dan pengawasan keluarga dan individu terdekat bagi anak, kurangnya pemahaman pendidikan karakter pada anak.

“Mohon bantuan untuk melakukan pendekatan, Kita ciptakan lingkungan yang lebih sehat, tidak menormalisasi tindakan yang menyimpang, bisa ditegur secara halus demi masa depan yang terbaik untuk anak-anak Kabupaten Kediri,” pintanya.

Bukan itu saja, Mbak Cidha juga akan menggandeng puskesmas, posyandu, dan Taman Pendidikan Alquran (TPQ) sebagai salah satu tempat pembentukan karakter pada anak.

Tidak hanya itu, para kader PKK juga diminta bersinergi dengan pihak sekolah di kecamatan masing-masing dalam hal memberikan sosialisasi pencegahan tindakan asusila terhadap generasi muda.

“Mohon bantuan untuk melakukan pendekatan, Kita ciptakan lingkungan yang lebih sehat, tidak menormalisasi tindakan yang menyimpang, bisa ditegur secara halus demi masa depan yang terbaik untuk anak-anak Kabupaten Kediri,” pinta Mbak Cicha.

Istri Bupati Hanindhito itu menilai, para generasi muda memerlukan perhatian khusus supaya dapat mengembangkan potensi diri secara optimal tanpa memerlukan tindakan asusila, baik dari segi fisik, mental, maupun spiritual.

Mbak Cicha mencontohkan, pengembangan sumber daya manusia seperti sosialisasi perihal pencegahan tindakan asusila di sekolah telah dilakukan di Kecamatan Kandat dan Banyakan.

Dengan begitu, pihaknya berharap hal serupa dapat dilakukan kader PKK di kecamatan masing-masing memberikan perhatian khusus pada laporan tindakan asusila, perbuatan kekerasan seksual yang melibatkan kalangan pelajar di bawah umur hingga ada laporan anak hamil di luar nikah. (*)

Reporter: Gatot Sunarko | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.