
KEDIRI (Lenteratoday) - Dibawah duet kepemimpinan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana dan Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa serta koordinasi di bawah Sekda Sollikhin, Kabupaten Kediri menduduki peringkat kedua Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Nasional kategori Kabupaten/Kota se-Indonesia.
“Alhamdulillah dengan Indeks SPBE 4.63, Pemkab Kediri berada di peringkat 2 Nasional untuk Kategori Kab/Kota se-Indonesia. Mari bersama, kita pertahankan dan tingkatkan capaian ini di 2025,” ujar Sekda Solikhin melalui keterangan tertulis yang disampaikan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Sabtu(4/1/2025).
Penganugerahan SPBE nasional diberikan kepada instansi pemerintah yang berhasil, mencapai nilai pemantauan dan evaluasi SPBE terbaik. Penganugerahan ini dilakukan dalam acara SPBE Summit yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
SPBE adalah singkatan dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. SPBE merupakan upaya pemerintah untuk mengintegrasikan proses bisnis pemerintahan antara instansi pusat dan pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk mewujudkan proses kerja yang efisien, efektif, transparan, dan akuntabel.
Sebelumnya, pada November 2024 Pemkab Kediri menduduki peringkat ketujuh nasional dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Layanan berbasis elektronik di Pemkab Kediri telah diterapkan dengan standar yang baik, menempatkan kabupaten ini sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Kediri, Dr. Nur Miftahul Fuad, M.Pd menyampaikan capaian ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan nilai 4,27 untuk tahun 2024.
“Semoga kami bisa terus meningkatkan nilai SPBE hingga mencapai kategori terbaik. Dan Alhamdulillah sekarang naik lagi menduduku peringkat kedua nasional kategori kabupaten/Kota,” ujar Fuad.
Ditambahkan Pemkab Kediri berkomitmen memberikan layanan digital yang cepat dan efisien bagi masyarakat. Untuk mendukung hal ini, Pemkab akan melatih 400 tenaga IT dari setiap SKPD dan desa untuk meningkatkan kompetensi di bidang digitalisasi.
“Dengan diberikan pelatihan masyarakat Kabupaten Kediri akan lebih mudah mendapatkan informasi dan layanan digital hingga ke desa-desa,” tambahnya.(adv)
Reporter: Gatot Sunarko