
SURABAYA (Lenteratoday) – Komisi E DPRD Jawa Timur menetapkan fokus pada empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis daerah, untuk diselesaikan pada tahun 2025 ini.
Langkah ini menunjukkan upaya legislatif dalam merespons berbagai isu sosial, khususnya perlindungan perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.
Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno menegaskan bahwa dua dari empat raperda yang menjadi prioritas merupakan inisiatif Komisi E, yaitu Perda tentang Difabel dan Perda tentang Perlindungan Anak dan Perempuan.
“Kasus-kasus seperti perkawinan dini, anak putus sekolah, dan perlindungan perempuan pekerja migran membutuhkan perhatian serius. Kami ingin memastikan pemerintah hadir melalui kebijakan yang kuat,” ungkap Sri Untari, Jumat(3/1/2025).
Menurut Politisi PDI Perjuangan tersebut, fokus pada isu perempuan dan anak bukan hanya untuk mengatasi permasalahan yang ada, tetapi juga untuk mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Perempuan di Jawa Timur memiliki populasi lebih besar dibandingkan laki-laki. Jika mereka diberdayakan dan dilindungi dengan baik, kontribusi mereka terhadap pembangunan akan signifikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, terkait Perda tentang Difabel, Sri Untari menekankan pentingnya kesetaraan pelayanan publik dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
“Kami ingin memastikan tidak ada diskriminasi. Difabel harus memiliki akses yang sama dalam pekerjaan maupun pelayanan publik. Pemerintah dan sektor swasta harus menyediakan fasilitas ramah difabel di lingkungan kerja,” jelasnya.
Selain dua Perda Inisiatif tersebut, Komisi E juga akan membahas dua usulan dari eksekutif, yakni Perda tentang Kebencanaan dan Perda tentang Olahraga.
“Kami berkomitmen memaksimalkan fungsi legislasi untuk menyelesaikan keempat Perda ini, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Timur,” pungkas Sri Untari.
Dengan langkah ini, Komisi E DPRD Jatim berharap dapat mendorong perubahan kebijakan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama kelompok rentan.
Reporter: Pradhita/Editor: Ais