05 April 2025

Get In Touch

Pemkab Ngawi Alokasikan 10.000 Dosis Vaksin PMK

Keterangan Foto: Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi Eko Yudo Nurcahyo saat memberikan keterangan (Foto: Miftakul/Lenteratoday)
Keterangan Foto: Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi Eko Yudo Nurcahyo saat memberikan keterangan (Foto: Miftakul/Lenteratoday)

NGAWI (Lenteratoday) - Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Kabupaten Ngawi menganggarkan 10.000 dosis vaksin PMK. Akhir bulan Januari 2025 direncanakan mulai pelaksanaan vaksinasi terhadap sapi sehat dewasa.

Kepala DPP Kabupaten Ngawi Eko Yudo Nurcahyo mengatakan, keseluruhan jumlah sapi di Ngawi ditaksir sebanyak 70 ribu ekor. Jumlah tersebut termasuk sapi anakan.

"Yang akan kita vaksin sapi yang sehat dan sudah berumur," kata Yudo, Jumat (3/1/2025).

Sebanyak 10.000 dosis vaksin PMK merupakan pengadaan melalui APBD. Harga tiap dosis dianggarkan Rp25.500. Sementara alokasi vaksin PMK dari pemerintah pusat belum ada informasi lebih lanjut.

Yudo menjelaskan, vaksin PMK hanya bertahan selama 6 bulan saja. Maka, per setengah tahun sekali, sapi sehat harus disuntik serum agar terhindar dari penyakit mulut dan kuku.

Yudo menambahkan, pasca dilakukan injeksi serum kepada sapi, akan ada efek samping. Tanda yang ditunjukkan seperti nafsu makan berkurang dan lainnya. Tetapi hal itu termasuk normal.

"Tanda-tanda seperti itu sering menjadikan peternak menolak melakukan vaksin pada sapi," ungkap Yudo.

Lebih lanjut, Yudo menerangkan, hingga saat ini petugas dari DPP Kabupaten Ngawi terus melakukan penyuluhan kepada para peternak. Para petugas memberikan pemahaman bahwa PMK bisa disembuhkan.

"Setiap ada laporan, petugas kami akan terjun ke lapangan. Kami memberikan penjelasan bahwa PMK bisa disembuhkan. Agar peternak sapi di Ngawi bisa tenang," papar Kepala DPP Kabupaten Ngawi Eko Yudo Nurcahyo.

Reporter: Miftakul FM|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.