04 April 2025

Get In Touch

Vaksin PMK Turun Pertengahan Januari, Komisi II DPRD Ngawi Minta Dilakukan dengan Efektif

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi, Winarto, usai rapat kerja dengan Disnakkan Kabupaten Ngawi terkait penganan PMK. (Foto: Miftakul/Lenteratoday)
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi, Winarto, usai rapat kerja dengan Disnakkan Kabupaten Ngawi terkait penganan PMK. (Foto: Miftakul/Lenteratoday)

NGAWI (Lenteratoday) - Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi minta vaksinasi terhadap sapi dilakukan seefektif mungkin, menyusul kembali munculnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Ngawi, Kamis(2/1/2025).

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi, Winarto usai rapat kerja dengan Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) setempat mengatakan pemerintah segera mengalokasikan vaksin untuk sapi, perlu diketahui stok lama vaksin PMK saat ini sudah kadaluarsa.

"Stok lama vaksin PMK sudah kadaluarsa. Tapi InsyaAllah pertengahan Januari ini, akan ada alokasi vaksin dari pemerintah dan agar dilaksanakan seefektif mungkin," kata Winarto.

Selama belum ada stok vaksin terbaru dari pemerintah, Winarto mengimbau agar peternak sapi melakukan vaksinasi secara mandiri.

Politisi Golkar itu berujar, wabah PMK tidak ubahnya seperti musibah. Maka langkah pencegahan mesti dilakukan agar virus yang menjangkiti hewan ternak, khususnya sapi ini tidak semakin meluas.

Winarto memandang pemerintah daerah melalui DPP Ngawi, telah banyak melakukan langkah persuasif. Seperti memberikan penyuluhan kepada peternak, hingga memberikan bantuan disenfektan untuk pencegahan.

"Yang jelas adanya musibah PMK ini, Pemkab Ngawi sudah membantu dengan pencegahan," kata Winarto.

Winarto mengimbau agar peternak mengisolasi sapi yang terindikasi terpapar PMK, untuk mengurangi penyebaran PMK dan kerugian bagi peternak sapi.

"Dengan langkah seperti itu InsyaAllah kedepan bisa lebih baik lagi," pungkasnya.

Reporter: Miftakul FM/Editor: Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.