Dorong Optimalisasi dan Kemandirian MCC, DPRD Kota Malang Usulkan Pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif

MALANG (Lenteratoday) - DPRD Kota Malang mengusulkan pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif sebagai langkah strategis untuk mendorong kemandirian dan optimalisasi pengelolaan Malang Creative Center (MCC).
Usulan ini dinilai penting mengingat besarnya anggaran operasional MCC yang dinilai membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang, sementara potensi ekonomi kreatif di kota ini semakin berkembang pesat.
"Saat mengunjungi MCC beberapa waktu lalu, kami sudah berdiskusi soal kemungkinan pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif pada 2026, menyesuaikan dengan kementerian di tingkat pusat. Hal ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan MCC secara lebih optimal,” ujar Ketua Komisi B, Bayu Rekso Aji, Jumat (27/12/2024).
Bayu menambahkan, MCC yang dibangun dengan anggaran Rp 150 miliar pada 2019-2020 kini memerlukan alokasi tambahan sekitar Rp 6-7 miliar untuk operasional pada 2025. Ia menekankan pentingnya langkah penghematan melalui kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengurangi ketergantungan pada APBD.
“APBD kita terbatas, sehingga perlu pengelolaan yang lebih efisien. Kolaborasi dengan pihak swasta bisa menjadi solusi untuk mendukung MCC agar lebih mandiri. Apalagi, banyak program prioritas lain yang juga membutuhkan anggaran besar,” tambah Bayu.
Sementara itu, dari sisi infrastruktur, Bayu menilai fasilitas MCC seperti eskalator, lift, dan toilet telah memenuhi standar sebagai destinasi wisata kreatif. Namun, ia menegaskan keberlanjutan pengelolaan menjadi aspek yang perlu diperhatikan agar MCC benar-benar bisa mandiri secara operasional.
“Kami ingin MCC menjadi pusat ekonomi kreatif yang tidak hanya mengandalkan APBD. Pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif akan memperkuat tata kelola MCC sekaligus mendukung pertumbuhan sektor kreatif di Kota Malang,” kata Bayu.
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyebutkan saat ini sekitar 40 persen area MCC telah dimanfaatkan. Namun, diakuinya regulasi berupa Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur pengelolaan MCC masih dalam tahap finalisasi.
Eko juga menjelaskan, MCC kini menjadi pusat bagi 17 sektor ekonomi kreatif di Kota Malang. Salah satu program unggulan yang sedang disiapkan yakni ekspor perdana produk UMKM ke Australia dan Selandia Baru pada Januari 2025. Produk yang akan diekspor mencakup keripik nangka, tempe, dan daun pisang.
“MCC berperan sebagai agregator sekaligus inkubator bagi pelaku UMKM. Keberadaan MCC juga telah berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Kota Malang yang mencapai 6,09 persen pada 2023, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional maupun Jawa Timur,” tutupnya. (*)
Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi