
KEDIRI (Lenteratoday) - Mengajarkan Bahasa Inggris tidaklah mudah, apalagi kepada anak-anak. Namun para tutor Program English Massive (EMAS) Kota Kediri punya kiat tersendiri dalam pengajaran bahasa yang paling banyak digunakan penduduk bumi. Tak heran bila peminat program EMAS yang telah mencatatkan dua rekor di Museum Raekor Indonesia (MURI) relatif stabil peminatnya.
Program EMAS yang mulai digaungkan Pemkot Kediri sejak tahun 2015 silam dapat dikatakan sukses diimplementasikan pada masyarakat. Meskipun tidak dipungut biaya sepeser pun, para partisipan konsisten menunjukkan semangat dalam belajar Bahasa Inggris.
“Antusiasme peserta sangat bagus, contoh di spot ini jumlah partisipan stabil per kelas rata-rata 20 siswa dan mereka datang on time, sehingga tutor tidak menunggu lama,” ujar Tachur, salah satu tutor EMAS di Spot Squad 25 Ngampel, Sabtu (21/12/2024).
Ditelisik lebih dalam, terdapat cara jitu untuk menarik minat belajar peserta yakni dengan menerapkan metode pembelajaran yang menyenangkan. Menurut Tachur, metode belajar yang dilakukan para tutor tidak hanya mencatat dan menghafal seperti yang diterapkan di sekolah, melainkan dikemas dalam bentuk permainan atau game.
Selain itu, para tutor juga dituntut peka terhadap suasana hati partisipan. Apabila mereka mulai bosan, Tutor harus sigap mengembalikan mood, salah satunya dengan memberikan ice breaking. “Secara keseluruhan, agar semangat konsisten dengan menyediakan metode belajar yang beda-beda supaya tidak bosan,” katanya.
Kecakapan tersebut tidak datang begitu saja. Para tutor juga rutin mengikuti program peningkatan kapabilitas yang diselenggarakan manajemen EMAS. Bermodalkan lulusan Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris, Tutor diwajibkan mengikuti workshop bulanan yang membahas pengembangan metode belajar dan mengajar sesuai karakter anak, sehingga memperkaya referensi mengajar.
Lebih dari itu, EMAS juga menjalin kerjasama dengan Lembaga Bahasa eksternal, seperti: Widya Mandala Language Institute (WMLI) Surabaya, Pusat Bahasa dan Multibudaya Universitas Airlangga, dan English today Jakarta. Kerjasama yang terbentuk dalam hal penyelenggaraan workshop disertai sharing session antara EMAS dengan lembaga tersebut.
Guna menjaga kualitas tutor, manajemen EMAS rutin mengadakan rapat evaluasi di akhir semester yang menampilkan peringkat kinerja para tutor. “Aturan yang diterapkan di sini kalau ada kinerja tutor yang kurang akan dapat pembinaan dari manajemen,” pungkasnya.
Tampak di sela-sela waktu istirahat, Helena Arista, partisipan aktif EMAS yang kini duduk di bangku kelas 4 mengatakan alasan bergabung pada program yang diikuti sejak empat tahun silam itu karena ingin meningkatkan kemampuan dalam Bahasa Inggris, sehingga diharapkan dapat mendongkrak nilai di sekolah.
Siswi SDN Ngampel 3 itu mengaku, setelah mengikuti EMAS, nilai Bahasa Inggris di rapor menjadi lebih baik dari sebelumnya, yakni di atas 85. (*)
Reporter: Gatot Sunarko | Editor : Lutfiyu Handi