04 April 2025

Get In Touch

Kasus HIV/AIDS di Kota Malang Meningkat, November 2024 Lebih 600 Orang Terdiagnosa Positif

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif (Santi/Lenteratoday)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif mengungkapkan adanya peningkatan jumlah kasus HIV/AIDS. Hingga November 2024, Husnul menyebut lebih dari 600 orang di Kota Malang terdiagnosa positif HIV/AIDS, angka yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 512 kasus.

"Secara keseluruhan, di Kota Malang saat ini ada 2.000 pengidap HIV/AIDS yang masih menjalani pengobatan," ujar Husnul, Sabtu (21/12/2024).

Husnul mengakui, peningkatan kasus ini menuntut upaya yang lebih optimal dari seluruh pemangku kepentingan untuk menekan angka penularan. Menurutnya, Dinkes Kota Malang juga telah bekerja sama dengan sejumlah komunitas yang fokus pada isu HIV/AIDS, guna mendorong masyarakat untuk menghentikan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

“Kita harus berikan hak-hak mereka yang setara. Hilangkan stigma negatif, jangan ada diskriminasi. Karena dengan tidak adanya diskriminasi, ini bisa menjadi salah satu upaya untuk menekan angka penularan," tegas Husnul.

Lebih lanjut, Husnul menyebutkan, Dinkes Kota Malang telah menyediakan layanan pemeriksaan dan pengobatan HIV/AIDS di 16 puskesmas dan beberapa rumah sakit di kota Malang.

Dijelaskannya, 2 fasilitas layanan kesehatan, yakni Puskesmas Dinoyo dan Puskesmas Pandanwangi bahkan telah menyediakan layanan tambahan dari pukul 13.00 WIB hingga 19.00 WIB, yang dapat diakses oleh warga tidak hanya dari Kota Malang, tetapi juga dari luar kota.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Miefta Eti Winindar, menyebutkan, kasus HIV/AIDS di Kota Malang menunjukkan rata-rata satu temuan kasus baru setiap hari. Menurutnya, temuan ini mencerminkan semakin tinggi kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri dan menjalani pengobatan.

"Dalam sebulan, ada sekitar 30 kasus baru yang ditemukan, yang artinya rata-rata sehari ada 1 pasien baru,” kata Miefta.

Di sisi lain, Meifta juga menyayangkan adanya kasus penularan yang terjadi akibat salah pergaulan di kalangan anak muda, seperti seks bebas dan penggunaan jarum suntik yang tidak steril.

Untuk itu, Meifta juga mengajak masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya perilaku yang lebih aman, terutama di kalangan generasi muda. Miefta mengingatkan, HIV/AIDS tidak mudah menular kecuali melalui perilaku berisiko seperti hubungan seks tanpa alat kontrasepsi dan penggunaan jarum suntik yang tidak steril.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.