06 April 2025

Get In Touch

Wakil Ketua DPRD Surabaya Dukung Pemkot Gunakan Mobil Dinas Kendaraan Listrik

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni.(Amanah/Lenteratoday)
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni.(Amanah/Lenteratoday)

SURABAYA (Lenteratoday) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah melakukan pengadaan lima unit mobil listrik dengan cara sewa, untuk digunakan sebagai kendaraan operasional kepala perangkat daerah.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni mengatakan jika Pemkot Surabaya sudah melakukan langkah benar, dengan mengkonversi kendaraan dinas dari BBM ke listrik.

Bahkan, ia berharap sektor transportasi publik juga akan dilakukan langkah yang sama, baik pengadaannya dilakukan oleh Pemkot Surabaya dengan biaya APBD maupun menggandeng swasta untuk masuk dalam sektor transportasi publik.

"Tentu dengan pemberian insentif, kemudahan dan kepastian hukum trayek dalam jangka waktu panjang," kata Fathoni, Jumat(20/12/2024).

Untuk itu, ia menyarankan agar Pemkot Surabaya menyiapkan dengan baik trend global ini. Disamping mendukung kebijakan konversi kendaraan, politisi dari Fraksi Golkar ini juga meminta agar pemerintah menyiapkan SDM tenaga kerja di Surabaya melalui Balai Latihan Kerja ( BLK) dengan memberikan pelatihan tentang keteknisian sepeda motor dan mobil listrik.

"Sehingga ekosistem bisa tercipta dengan baik, di kota Surabaya ini," tuturnya.

Fathoni mengungkapkan jika yang dilakukan Pemkot Surabaya sejalan dengan pemerintah pusat, berjuang untuk mengurangi ketergantungan impor BBM yang selama ini membuat APBN menjadi tidak sehat.

Menurutnya jika kebijakan konversi kendaraan BBM ke listrik ini berhasil, akan mengurangi konsumsi BBM kita sebesar 29,8 juta barel perhari, dan mampu mendorong konversi ini ke angka 13 juta motor listrik dan 2 juta mobil listrik.

Selain itu, jika kebijakan konversi ini berjalan juga harus disertai dengan kebijakan pengetataan operasional kendaraan (truk) tua yang ada di kota Surabaya.

"Karena tujuan dari konversi dari energi fosil ke energi hijau, adalah agar rakyat Surabaya bisa menikmati langit Surabaya biru tidak hitam pekat. Karena polusi yang ditimbulkan, salah satunya dari kendaraan truk tua yang masih dibiarkan beroperasi di kota Surabaya," ungkapnya.

Terakhir, ia meminta Pemkot bisa mengundang seluruh distributor motor dan mobil listrik, untuk memberikan pelatihan terhadap anak-anak muda Surabaya tentang teknologi dan perawatan motor dan mobil listrik.

"Sehingga bisa menjadi modal pengetahuan dan kemampuan, dalam membuka lapangan pekerjaan dimasa yang akan datang," harapnya.

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.