05 April 2025

Get In Touch

Siti Fauziah Cetak Sejarah Perempuan Pertama Menjabat Sekjen MPR RI

Pelantikan Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah
Pelantikan Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah

JAKARTA (Lenteratoday) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani melantik Siti Fauziah sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR yang baru pada Senin (9/12/2024) di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Pelantikan Siti menjadi sejarah baru lantaran ia menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan bergengsi itu sepanjang sejarah, yang sebelumnya posisi ini selalu diisi oleh laki-laki.

“Ini adalah catatan dalam sejarah, Sekretaris Jenderal MPR pertama seorang perempuan,” ujar Muzani dalam pidatonya usai melantik Siti Fauziah seperti dikutip dari Antara.

Muzani berharap Siti yang baru saja dilantik sebagai Sekjen MPR RI dapat mengawal konstitusi, mengamalkan ideologi negara, dan menjalankan fungsinya serta melayani anggota dengan baik kedepannya.

Sementara itu, sebelumnya Siti Fauziah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Jenderal MPR RI sejak September 2023 lalu.

Siti akan fokus pada isu kemasyarakatan dan UMKM

Antara melansir, Siti akan mengimplementasikan kegiatan para pimpinan MPR RI periode 2024-2029 yang lebih berfokus pada isu kemasyarakatan dan isu UMKM. Hal ini disampaikannya usai menjalani prosesi pelantikan sebagai Sekjen MPR RI yan baru.

“Itu hal-hal yang diharapkan oleh pimpinan MPR pada periode ini untuk lebih ke masyarakat, lebih dekat ke masyarakat dan memajukan UMKM,” ujar Siti.

Perempuan 59 tahun itu juga menyebut bahwa programnya akan mengedepankan nilai-nilai gotong royong, termasuk kegiatan Lomba Debat Konstitusi MPR RI. Siti juga mengungkap upayanya untuk mengadakan kegiatan ke industri strategis dan perbatasan Indonesia.

Sebagai Sekjen, Siti juga memiliki tugas utama untuk mendukung kinerja MPR dan menyukseskan berbagai programnya termasuk di bidang pendidikan dan politik. Siti pun berkomitmen untuk meningkatkan kolaborasi MPR dengan lembaga negara lainnya utuk memperkuat sinergi dalam mengamalkan ideologi negara.

Sosok Siti Fauziah

Siti Fauziah lahir di Bandung pada 29 November 1965. Ia mengenyam pendidikan sarjana di Universitas Pancasila dan magister di Universitas Kejuangan dengan mengambil jurusan yang sama, yaitu manajemen.

Siti sudah berkarier di bidang pemerintahan sejak dua dekade lalu dengan menjabat berbagai posisi strategis. Ia menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Puldata sejak tahun 1955 hingga menduduki posisi Pembina Utama.

Siti juga sempat menjabat sebagai Kepala Bagian Persidangan Paripurna dan Sekretariat Panita Ad Hoc Khusus Badan Pekerja, Biro Majelis pada 2002. Tak hanya itu, Siti juga dipercaya menjabat Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi MPR RI pada 2020-2022. Ia kemudian melanjutkan kariernya sebagai Plt. Deputi Bidang Administrasi pada 2022 dan Plt. Sekjen MPR sebelum akhirnya resmi dilantik sebagai Sekjen.

Berbagai pengalaman Siti di bidang administrasi dan kepemimpinan telah memberikan kontribusi besar dalam kinerja lembaga tinggi negara seperti MPR. Pelantikan Siti sebagai Sekjen MPR juga dianggap sebagai peluang pemberdayaan perempuan di sektor pemerintahan yang semakin luas.

Tugas dan Tanggung Jawab Sekretaris Jenderal MPR RI

Sebagai Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah memiliki tugas utama untuk mendukung kinerja MPR dalam menjaga konstitusi dan mengamalkan ideologi negara. Posisi ini tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga melibatkan pengelolaan anggaran, sumber daya manusia, dan koordinasi dengan lembaga negara lainnya.

Selain itu, Sekjen juga bertanggung jawab memastikan keberlangsungan berbagai program MPR, termasuk program pendidikan politik untuk masyarakat. Peran strategis ini membutuhkan kemampuan manajerial yang baik untuk menjaga efisiensi dan transparansi dalam operasional MPR.

Dengan pengalaman panjangnya di bidang administrasi negara, Siti Fauziah diharapkan mampu membawa pembaruan yang mendukung visi dan misi MPR RI. Ini mencakup penerapan sistem kerja yang lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan zaman.

Dampak Pelantikan Siti Fauziah Terhadap MPR RI

Pelantikan Siti Fauziah mencerminkan komitmen MPR dalam mendukung kesetaraan gender di lingkungan kerja. Sebagai Sekjen perempuan pertama, ia menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk terus berkontribusi dalam sektor publik.

Langkah ini juga memperkuat citra MPR RI sebagai lembaga yang inklusif dan progresif. Dengan adanya perwakilan perempuan di posisi strategis, MPR diharapkan mampu lebih memahami dan merespons isu-isu gender dalam kebijakan nasional.

Selain itu, kehadiran Siti Fauziah memberikan harapan baru terhadap peningkatan kualitas pelayanan administrasi dan program kerja MPR, yang diharapkan dapat lebih efektif dan efisien di masa mendatang.

Rencana Strategis Siti Fauziah Sebagai Sekjen MPR RI

Dalam pidato pelantikannya, Siti Fauziah menekankan pentingnya menjadikan MPR sebagai lembaga yang lebih dekat dengan masyarakat. Ia merencanakan beberapa program yang fokus pada edukasi politik dan penguatan peran MPR sebagai pengawal konstitusi.

Selain itu, ia juga berkomitmen untuk mendukung program pembangunan berkelanjutan melalui inisiatif seperti Kaukus Kebangsaan yang dibentuk MPR pada tahun 2024. Program ini bertujuan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Siti Fauziah juga berencana meningkatkan kolaborasi dengan lembaga negara lain untuk memperkuat sinergi dalam pelaksanaan tugas-tugas MPR, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Apresiasi dan Harapan Terhadap Kepemimpinan Siti Fauziah
Pelantikan Siti Fauziah mendapatkan apresiasi luas dari berbagai pihak, termasuk pimpinan MPR RI lainnya. Mereka berharap Siti Fauziah mampu membawa perubahan positif, terutama dalam mendukung fungsi MPR sebagai penjaga konstitusi dan ideologi negara.

Dalam beberapa tahun ke depan, kepemimpinannya akan diuji oleh berbagai tantangan, termasuk modernisasi sistem kerja di lingkungan MPR dan penguatan program-program edukasi politik. Namun, dengan rekam jejak yang kuat, ia diharapkan dapat memenuhi ekspektasi ini.

Pelantikan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat posisi perempuan dalam lembaga negara, menunjukkan bahwa perempuan memiliki kemampuan yang setara dalam memimpin di tingkat tertinggi.

Co-Editor: Nei-Dya

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.