07 April 2025

Get In Touch

Temukan Modus Dropping Pengemis dari Luar Kota Malang, Satpol PP Perketat Pengawasan

Penertiban dan Pembinaan Anjal Gepeng oleh Satpol PP Kota Malang. (dok. Satpol PP Kota Malang)
Penertiban dan Pembinaan Anjal Gepeng oleh Satpol PP Kota Malang. (dok. Satpol PP Kota Malang)

MALANG (Lenteratoday) - Satpol PP Kota Malang menemukan modus dropping pengemis dari luar daerah, saat tim patroli mendapati 2 truk mencurigakan yang diduga membawa sejumlah pengemis di kawasan Jalan Semeru, Kecamatan Klojen.

Untuk mencegah kejadian serupa, Kepala Satpol PP Kota Malang, Heri Mulyono mengatakan pengawasan di pintu masuk kota kini akan diperketat.

"Setiap malam, sebelum off jam 23.00 WIB itu saya minta tim kami berkeliling. Kemarin ditemukan dropping dari luar kota, pada tengah malam. Itu kami temukan di sekitar Jalan Semeru, dekat stadion Gajayana. Diketahui asalnya dari Pasuruan, bahkan ada 2 truk," ujar Heru, Senin(16/12/2024).

Mengetahui temuan modus tersebut, Heru menyampaikan langsung meminta truk kembali, karena waktu itu sempat dikejar.

"Kalau gak mau, kita laporkan ke polisi akhirnya mereka balik," ungkapnya.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi kejadian serupa, Heru menuturkan mulai malam ini pihaknya akan melakukan pemantauan di beberapa pintu masuk Kota Malang.

"Jadi kalau ada truk masuk yang ciri-cirinya itu tertutup atasnya, tapi kelihatan dari luar gak ada muatannya, bisa disinyalir itu memuat manusia. Kita wajib curiga, kita buntuti itu," tandas Heru.

Heru juga mengungkapkan mayoritas pengemis yang telah diamankan, bukan berasal dari Kota Malang. Berdasarkan data Satpol PP, menurutnya lebih dari 70 persen di antaranya berasal dari luar kota.

Jika anak jalanan dan gelandangan memang merupakan warga Kota Malang, maka Satpol PP akan melakukan pembinaan.

"Kalau dari luar kota, setelah kami amankan maksimal 3 hari harus kami serahkan kembali ke Dinsos masing-masing sesuai asalnya," kata Heru.

Namun, proses ini tidak selalu berhasil mengatasi masalah. Heru menyebutkan banyak anjal-gepeng yang kembali ke Kota Malang, setelah diserahkan ke dinas sosial di daerah asalnya.

“Kenapa Kota Malang jadi jujugan favorit? Karena jiwa sosial masyarakat di sini tinggi. Kemudian banyak pendatang yang merasa kasihan dan memberi uang kepada pengemis,” paparnya.

Heru menekankan sikap empati masyarakat ini, meskipun baik, dapat menjadi bumerang. Menurutnya jika terus dibiarkan, anjal dan gepeng akan terus berdatangan ke Kota Malang. Merusak wajah kota, dan memunculkan potensi kerawanan seperti pemaksaan atau bahkan kejahatan.

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.