04 April 2025

Get In Touch

Sekeluarga Tewas Diduga Bunuh Diri Akibat Terjerat Pinjol di Tangerang Selatan

Kondisi rumah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan tiga jenazah sekeluarga di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Minggu(15/12/2024).(foto:ist/Kompas)
Kondisi rumah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan tiga jenazah sekeluarga di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Minggu(15/12/2024).(foto:ist/Kompas)

TANGERANG SELATAN (Lenteratoday) - Sebuah keluarga di Kelurahan Cirendeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, ditemukan tewas di rumah mereka, Minggu(15/12/2024).

Diduga ketiga korban terdiri dari ayah berinisial AF (31), ibu berinisial YL (28), dan anak mereka AA (3) bunuh diri, karena terjerat hutang atau pinjaman online (pinjol). Jasad ketiga korban ditemukan di lokasi yang berbeda di dalam rumah. Yani (39), tetangga sekaligus kerabat dekat keluarga tersebut.

Yani mulai merasa curiga ketika tidak ada suara dari rumah adiknya sejak, Sabtu(14/12/2024) malam.

"Enggak ada suara. Makanya saya juga curiga kan itu ya. Sudah tiga kali ke belakang, kok ini belum bangun? Tumbenan gitu kan. Kok anaknya enggak ada suaranya? Malamnya juga enggak dengar suara apa-apa," ungkap Yani saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu(15/12/2024).

Hingga pukul 10.30 WIB, Yani merasa curiga karena tidak ada suara dari rumah keluarga tersebut. Padahal, ada balita di rumah itu yang biasanya dia dengar suara tangis dan tawanya. Ia kemudian melihat ke dalam rumah yang hanya dibatasi tembok.

"Saya masuk ke dalem kamar, adik saya. Saya bangunin enggak bangun, kaki sudah pada dingin sudah pada biru. Sudah gitu keponakan saya juga enggak ketolong," tambahnya.

Yuni mengungkapkan bahwa mereka sempat terlibat dalam pinjaman online (pinjol), sekitar satu tahun yang lalu. Yani menceritakan YL pernah memberitahunya, mengenai kedatangan penagih utang ke rumah mereka.

"Waktu itu kan dateng itu ya orang Home Credit. Dia nyari ke mari alamatnya, kan alamatnya sama (dengan) saya. Saya bilang sama adik saya, 'kamu dicariin sama Home Credit. Kamu minjem duit?' 'Enggak kak, (aku) enggak minjem duit'. Ternyata lakinya (AF)," ungkap Yani saat ditemui di kediamannya.

Yani menambahkan bahwa AF terpaksa menggunakan data pribadi YL untuk meminjam uang, karena ia tidak bisa menggunakan data pribadinya sendiri.

"Lah terus kok pake data lu?' 'Iya dipinjam. Soalnya pake data AF enggak bisa. Kalau enggak dikasih dia marah kak'. 'Buat apa? minjem duitnya gede?' 'Gede'," jelas Yani, menirukan percakapan dengan YL.

Yani juga mengungkapkan bahwa nomor teleponnya, sempat digunakan oleh keluarga YL untuk meminjam dana. Dia juga sering dihubungi oleh perusahaan tersebut karena keluarga YL tidak melakukan pembayaran.

"Sudah itu dia pakai nomor telepon saya. Home Creditnya nelepon ke saya. Saya bilang saya mpok-nya karena dia belum bayar," tambahnya.

Namun, Yani tidak mengingat adanya kasus serupa pada tahun 2024.

Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Kemas Arifin, menjelaskan bahwa ketiga jasad ditemukan oleh Y (37) dan NK (48) yang masuk ke dalam rumah.

"Tiba-tiba melihat di dalam kamar korban YL dan AA sudah terbaring kaku," kata Arifin.

Sementara jenazah AF ditemukan tewas tergantung di plafon dapur, sementara YL dan AA ditemukan terbaring di dalam kamar tidur. Pihak kepolisian telah membawa ketiga jenazah ke RS Fatmawati untuk dilakukan visum.

Namun, hingga saat ini, penyebab kematian ketiga orang tersebut masih dalam proses penyidikan. "Penyebab masih dalam proses penyidikan," ujar Arifin.

Sumber: Kompas/Editor: Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.