
KEDIRI (Lenteratoday)-Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan dan Pj Wali Kota Kediri, Zanariah sama-sama mengingatkan pentingnya jejaring internasional sebagai solusi tantangan bonus demografi Indonesia.
Hal itu diungkapkan dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Islam Kadiri (Uniska) dan ID Consulting Jepang, Jumat (13/12/2024).
"Generasi muda, baik yang kini mahasiswa atau pelajar, dan masyarakat umum jangan pernah melewatkan peluang atau kesempatan yang baik ini. Karena ke depan tantangan yang dihadapi untuk mendapatkan pekerjaan semakin sulit sehingga harus dipersiapkan mulai dari sekarang agar tidak ketinggalan, " ujar Zanariah dalam keterangan tertulis dikutip Sabtu (14/12/2024).
Dikatakannya, kerjasama Uniska dengan ID Consulting Jepang ini sangat relevan. Pasalnya, Jepang butuh sekitar 250 ribu tenaga kerja asing untuk mengisi sektor-sektor penting seperti manufaktur, pertanian, kesehatan, hotel, dan juga tata boga.
“Program ini bagus karena memberikan bekal pengetahuan bagi mahasiswa dan masyarakat luas sehingga lebih siap menghadapi dunia kerja. Selain itu, untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Immanuel Ebenezer Gerungan, menuturkan salah satu tugas Kementerian Ketenagakerjaan RI adalah untuk meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja agar siap memasuki dunia kerja dan memiliki daya saing.
Wamenaker Noel menekankan bahwa Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan, mulai dari tingginya angka angkatan kerja, rendahnya kualitas dan produktivitas tenaga kerja, hingga terbatasnya kesempatan kerja.
"Kondisi ini mengharuskan kita untuk meningkatkan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Kerja sama dengan Jepang adalah salah satu upaya nyata untuk memberikan peluang pelatihan dan pengalaman kerja kepada generasi muda, sehingga mereka tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga etos kerja yang kuat," ujar Wamenaker Noel--begitu sapaannya.
Lebih lanjut, Wamenaker Noel menegaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya pada butir ketiga dan keempat yang menekankan penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan kewirausahaan, serta pembangunan sumber daya manusia.
"Dengan adanya bonus demografi, Indonesia memiliki potensi besar untuk menyediakan tenaga kerja bagi negara-negara seperti Jepang yang tengah menghadapi aging population. Namun, peluang ini harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja agar visi Indonesia menjadi negara maju pada 2045 dapat tercapai," tambahnya.
Reporter: Gatot Sunarko,rls/Editor:Widyawati