05 April 2025

Get In Touch

Inner Child dalam Pengasuhan, Peran Orang tua dalam Membentuk Masa Depan Anak

Ilustrasi
Ilustrasi

SURABAYA (Lenteratoday) - Menurut Laela dan Rohmah (2022), pola asuh orang tua berhubungan erat dengan perkembangan anak, termasuk dalam hal pembentukan inner child. Inner child adalah konsep yang menggambarkan sisi anak-anak yang ada dalam diri orang dewasa. Inner child terbentuk dari pengalaman masa kecil, baik yang baik maupun buruk, yang menetap hingga dewasa dan memengaruhi karakter seseorang.

Melalui artikel ini, kita akan membahas pengertian inner child, kaitannya dengan pola asuh, serta dampaknya di masa depan.

Apa Itu Inner Child?

Inner child adalah sisi diri kita yang membawa ingatan, pengalaman, dan emosi dari masa kecil. Setiap pengalaman baik atau buruk akan membentuk inner child ini. Jika seorang anak tumbuh dengan kasih sayang, inner child mereka akan tumbuh sehat. Sebaliknya, pengalaman negatif seperti kurang perhatian atau tekanan emosional bisa meninggalkan luka yang terbawa hingga dewasa.

Pola Asuh dan Inner Child

Pola asuh memiliki peran besar dalam membentuk inner child anak. Pola asuh yang penuh kasih sayang dan perhatian akan memberikan anak rasa aman, percaya diri, dan kemampuan untuk mengelola emosi dengan baik. Sebaliknya, pola asuh yang otoriter atau terlalu permisif dapat memicu rasa cemas, rendah diri, atau bahkan trauma yang tersimpan di inner child mereka. Oleh karena itu, pola asuh yang peduli menjadi kunci penting dalam menyembuhkan dan menjaga kesehatan emosional anak.

Pengaruh Inner Child di Masa Depan

Luka atau kekuatan yang terbentuk di masa kecil akan memengaruhi banyak aspek kehidupan di masa depan, seperti hubungan, pekerjaan, hingga cara seseorang menghadapi tantangan. Anak dengan inner child yang sehat cenderung tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan mampu menjalin hubungan yang sehat. Sebaliknya, inner child yang terluka dapat memunculkan masalah seperti ketidakstabilan emosi atau kesulitan berkomunikasi. Memahami pentingnya inner child dan pola asuh yang mendukung adalah investasi besar dalam membentuk generasi yang lebih kuat secara emosional dan mental. Mari kita sama-sama belajar untuk menjadi orang tua yang tidak hanya mendidik, tapi juga menyembuhkan.

Penyebab Inner Child Terluka

  1. Kekerasan Fisik dan Psikis

Kekerasan fisik bukan hanya meninggalkan bekas secara kasat mata, tetapi juga tak kasat mata. Lain halnya dengan kekerasan psikis, di mana kekerasan jenis ini seringkali dianggap sepele karena bekasnya tidak terlihat. Mau bagaimana pun, baik kekerasan fisik atau psikis sama-sama berperan besar dalam trauma yang dimiliki seseorang. Hal ini dapat membuat inner child seseorang terluka dan berdampak terhadap bagaimana seseorang berperilaku ketika ia dewasa.

  1. Bullying atau Perundungan

Bullying berdampak sangat besar terhadap bagaimana seseorang berhubungan dan bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya. Mereka yang pernah menjadi korban bullying besar kemungkinan memiliki cara yang berbeda dalam berinteraksi dengan kawan-kawannya. Hal ini bisa terjadi sebab terdapat inner child dalam dirinya yang masih menetap sebagai akibat dari bullying. Ada yang menjadi sangat hati-hati dan selektif dalam memilih teman, ada pula yang kemudian menjadi sulit percaya dengan kosnep pertemanan.

  1. Kehilangan Orang Tersayang

Kehilangan sosok terdekat dan tersayang tentunya akan meninggalkan luka begitu mendalam. Dampak dari kepergian tersebut pun tak jarang masih dirasakan oleh mereka yang mengalaminya, bahkan hingga bertahun-tahun kemudian. Contohnya seperti seorang anak yang sejak kecil sudah ditinggal orang tuanya pergi menghadap Tuhan untuk selama-lamanya. Hal inilah yang kemudian dapat memicu inner child terluka, karena ingatan akan kepergian orang tua anak tersebut terus menetap hingga ia dewasa. Anak tersebut bisa menjadi trauma untuk melakukan suatu aktivitas yang berhubungan erat dengan orang tuanya, atau justru sebaliknya.

Dampak Jika Inner Child yang Terluka Diabaikan

Semakin diabaikan, maka semakin hal ini akan memberikan dampak negatif. Bagaimanapun, ini merupakan bagian dari diri sendiri yang secara tidak sadar juga membentuk diri dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Menurut Healthline, inner child justru merupakan sumber kekuatan yang berperan besar dalam perkembangan seseorang hingga menjadi dewasa. Jika inner child terus-menerus diabaikan, hal ini bisa berpotensi membuat seseorang melakukan perbuatan destruktif seperti mudah emosi dan berteriak, melakukan kekerasan, hingga memusuhi diri sendiri.

Cara Menyembuhkan Inner Child yang Terluka

  1. Menerima dan Memahami Trauma Masa Kecil

Tidak semua orang dapat menerima dan memahami trauma masa kecil dengan cepat dan mudah. Terkadang, butuh waktu yang lama untuk bisa sampai pada tahap tersebut. Bahkan, sebagian orang justru akan menolak menerima dan memahami trauma masa kecil yang mereka miliki karena satu dan lain hal. Meskipun begitu, harus selalu diingat bahwa trauma masa kecil tetap merupakan bagian dari diri sendiri, walaupun hal ini meninggalkan pengalaman tidak menyenangkan.

Jika Anda merupakan salah satu orang yang belum bisa berdamai dengan trauma masa kecil, bisa dimulai dengan mengingat bahwa masa lalu tidak akan bisa diubah, tetapi masa depan selalu bisa direncanakan dengan lebih baik loh. Berdamai dengan masa lalu sama halnya dengan menyayangi diri sendiri, dan merupakan salah satu langkah positif untuk menyembuhkan inner child yang terluka.

  1. Self-care atau Memperhatikan Diri Sendiri

Memperhatikan orang lain memang wajib, tetapi memperhatikan diri sendiri juga tak kalah wajibnya. Semakin Anda memperhatikan, maka semakin inner child yang terluka akan sembuh secara perlahan. Anda akan semakin memahami diri sendiri, hingga akhirnya mengetahui apa saja sebenarnya permasalahan dan alasan di balik trauma yang Anda masih miliki hingga dewasa.

  1. Terapi dan Mencari Bantuan Profesional

Jika Anda merasa sudah tidak bisa menyembuhkannya sendiri, meminta bantuan profesional atau terapi adalah pilihan yang tepat. Dengan bantuan profesional, Anda akan mendapatkan arahan maupun solusi yang tepat. Bahkan, mungkin saja kemudian justru inner child yang Anda miliki bisa menjadi sumber motivasi agar hidup lebih baik ke depannya.

Pola asuh yang peduli dan penuh kasih sayang sangat berperan dalam membentuk inner child yang sehat pada anak. Pengalaman masa kecil yang positif membantu anak tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan mampu mengelola emosi dengan baik. Sebaliknya, pola asuh yang kurang mendukung dapat meninggalkan dampak negatif pada inner child yang bisa memengaruhi kehidupan mereka di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memberikan perhatian dan pendekatan yang bijak dalam mendidik anak, guna menyembuhkan dan merawat inner child mereka. Dengan cara ini, kita membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat, sehat, dan siap menghadapi tantangan hidup di masa depan.

Co-Editor: Nei-Dya

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.